WARTA | TEKNO

Kaspersky Hadirkan Anti Virus Mobile Dengan Potong Pulsa

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Kaspersky bekerja sama dengan Telkomsel meluncurkan program terbaru, dimana pelanggan telkomsel bisa membeli paket Mobile Security Premium Kaspersky dengan sistem potong pulsa.

Cukup dengan menghubungi *500*119#. Dengan mengkases kode tersebut, pelanggan akan segera mendapatkan layanan antivirus mobile Kaspersk, baik untuk pelanggan pra bayar maupun pasca bayar.
Kaspersky menyediakan antivirus mobile premium yang dapat di purchase dengan sistem Direct Carrier Billing atau potong pulsa. Selain di Indonesia nantinya Kaspersky juga akan menyediakannya di negara lain.

Kaspersky menghadirkan sistem DCP ini di Indonesia, karena banyak pelanggan ditanah air yang belum memiliki kartu kredit. Selain itu sistem DCP ini juga menyediakan pembelian paket premium dengan waktu tertentu dengan harga yang tentunya lebih terjangkau seperti satu minggu atau satu bulan.

Pengguna Telkomsel kini bisa mendapatkan layanan antivirus berlangganan dengan metode pambayaran Direct Carrier Billing (DCB), atau pemotongan pulsa. Layanan ini juga tersedia dalam dua opsi, yaitu langganan mingguan (7 hari) seharga Rp5.500 atau bulanan (30 hari) seharga Rp16.500.

"Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan penggunaan smartphone-nya tinggi. Namun masih banyak orang yang belum aware akan perlunya antivirus untuk perangkat mobile. Mereka masih aware bahwa antivirus adalah untuk PC,"ujar Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Lab Southeast Asia di Jakarta.

Antivirus Kaspersky telah tersedia di toko aplikasi baik secara gratis maupun berbayar. Namun dengan hadirnya Kaspersky di Telkomsel, akan menjadi alternatif pengguna untuk dengan mudah melakukan pembayaran.

"Kita memberikan alternatif cara pembayaran. Kalau beli di Play Store harus pake kartu kredit, atau bisa juga beli di Mangga Dua. Sekarang kita bikin alternatif pakai pulsa," kata Donny Kusmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia.

Malware kini memang tak hanya menyerang PC namun juga perangkat mobile. Terlebih kini semua pengguna bergantung pada smartphone untuk menyimpan data penting mereka. Hal ini juga menjadikan penjahat siber untuk tak hanya menyerang PC namun juga menargetkan perangkat mobile.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending