WARTA | LIPUTAN KHUSUS

Kejaksaan Tinggi Papua Segera Menuntut Direktur CV Duta Layar Terkembang untuk Kasus Illegal Logging

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA



Wartajakarta.com-Kaimana, Kepala dan Aspidum Kejaksaan Tinggi Papua memerintahkan Tim Jaksa Penuntut Umum segera membuat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara illegal logging dengan tersangka D – Direktur CV Duta Layar Terkembang - ke Pengadilan Negeri Fakfak, paling lambat 13 Juli 2018 untuk segera disidangkan. Tersangka dan barang bukti 21 kontainer berisi 262,9 meter kubik kayu olahan jenis merbau, beserta dokumen-dokumen fiktif, 412 pita barcode kayu bulat, 6 Juli 2018, telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

“Kami berharap persidangkan bisa dilaksanakan segera, agar bisa memberikan efek jera bagi para pelaku dan mereka di Kabupaten Kaimana, yang selama ini terlibat dalam pengiriman kayu ilegal mengatasnamakan industri pengolahan kayu hasil hutan dengan melegalkan IPHHK,” kata Pak Martana, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua, 20 Juli 2018.

Tersangka D akan dijerat dengan Pasal 87 Ayat 1a dan 1c Jo. Pasal 12k dan 12m, dan atau Pasal 88 Ayat 1a dan 1b, Jo Pasal 16 dan pasal 14a, dan atau Pasal 94 Ayat 1d, Jo Pasal 19c dan 19f, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo. Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun, maksimal 15 tahun penjara, serta denda Rp 100 miliar.

SPORC Brigade Kasuari Balai Gakkum Wilayah Maluku Papua, tanggal 5 Maret 2018, menggagalkan pengiriman 21 kontainer kayu merbau dari Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, ke Surabaya.

Gelar perkara dilaksanakan tanggal 5 Juli 2018 di Kejaksaan Tinggi Papua dengan tersangka D – Direktur CV Duta Layar Terkembang. Gelar perkara dihadiri oleh Satgas SDA LN Kejaksaan Agung, Tim Jaksa Penuntut Umum, dan penyidik. Kepala Kejaksaan Tinggi Papua kemudian memutuskan kalau kasus sudah layak dinaikkan ke tahap penuntutan.

Kepala dan Aspidum Kejaksaan Tinggi Papua memerintahkan Tim Jaksa Penuntut Umum segera membuat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Fakfak paling lambat 13 Juli 2018 untuk disidangkan. Tanggal 6 Juli 2018 penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum.

Barang bukti yaitu 21 kontainer berisi 262,9 meter kubik kayu olahan jenis merbau, 21 dokumen SKSHHK-KO dan lampiran DKO (empat dokumen di antaranya palsu), dokumen SKSHHK-KB dari PT Irmasulindo (dokumen fiktif), 412 pita barcode kayu bulat, 1 laptop merek HP, 1 ponsel merek Nokia.

Pemeriksaan barang bukti kayu olahan dan kontainer bersama-sama penyidik dan Jaksa Penuntut Umum di Pelabuhan Kaimana berjalan aman dan lancar, serta barang bukti dalam kondisi baik dan lengkap.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending