WARTA | WARTA JAKARTA

Gk Ladies bersama GK Foundation dan KLHK gelar Seminar Pemanfaatan Pengendalian Sampah Plastik

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com- Jakarta

Akibat sampah plastik merupakan jenis sampah yang baru bisa terurai dalam waktu yang sangat lama dan menimbulkan dampak pencemaran yang berbahaya terhadap tanah, air, dan laut, Sampah  plastik menjadi isu utama dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini.  

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan sosialisasi mengenai pengendalian sampah plastik bekerjasama dengan komunitas Galang Kemajuan (GK) Ladies dan Galang Kemajuan Foundation di gedung Manggala Wanabakti Kementrian LHK Jakarta, Kamis, (26/7/2018).

Acara seminar ini juga dihadiri Direktur Pengelolaan Sampah dan LB3, Novrizal Tahar, serta Ketua GK Ladies, Lana Koentjoro dan para pimpinan organisasi perempuan di Jakarta serta anggota kurang lebih 200 orang. GK Ladies pimpinan Lana T Kuncoro, yang didampingi Sekretaris umum Veve

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan saat ini perlu kerjasama seluruh pihak untuk membatasi dan bijak dalam mengelola plastik.  

Rosa mengajak untuk tidak menggunakan peralatan plastik sekali pakai seperti kantong plastik, styrofoam dan sedotan plastik.

PLHK selalu menerapkan prinsip less waste event (kegiatan minim sampah), dengan menerapkan pengelolaan sampah yang baik di seluruh tempat, ujarnya.

Rosa menguraikan kembali  regulasi tersebut saat ini sedang dalam tahap pembahasan dan diharapkan bisa rampung di tahun ini.

Di temui Usai acara bendahara Umum GK Ladies  Nirwana Sebayang S.Si mengatakan, Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan barang konsumsi (consumer goods), kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Dalam satu hari saja, Nirwana menilai sampah plastik sudah ber ton-ton yang terkumpul, itu adalah hasil buang yang harus kita olah. jika kita tidak olah bagaimana dunia ini dipenuhi oleh sampah plastik. ibarat di sungai sendiri sudah cukup besar kuantitinya. ini adalah hasil sampah dari berbagai sungai yang susah dalam penghancuranya. untuk kantong plastik dan sekarang kita harus hindarkan, Tutur Nirwana.

Lantas Nirwana mempertanyakan sudah berapa banyak industri yang peduli bahwa kantong plastik di recycle , hasil recycle dapat digunakan kembali untuk wadah – wadah lain. masyarakat itu harus pintar mengolah sampah plastik. sampah ini juga bisa dihasilkan uang . banyak orang fikir sampah itu tidak berguna tetapi sampah itu bisa menjadi pupuk cair maupun organik, Jelasnya.

Nirwana mengimbau kepada pemerintah yang harus memberikan edukasi bagaimana mengolah sampah yang sudah tercampur. kemudian bagaimana membuat lebih banyak lagi bank bank sampah,  Saat ini bank sampah di dki jakarta masih sedikit sekali. Sebenarnya masih kurang koordasi antara pemerintah dengan masyarakat serperti dilingkungan rt tempat pembuangan sampahnya yang masih banyak kekurangannya karena bank sampah itu harus punya lahan. kaleng – kaleng uang di cat bisa juga diolah, tuturnya.

Nirwana mendorong kepada semua pihak supaya pintar memaksimalkan pengolahan sampah, karena sampah itu khan selalu ada setiap harinya.intinya kita harus peduli lingkungan, Tegasnya dengan Semangat

Setidaknya ada tiga prinsip utama yang harus diterapkan dalam pengelolaan sampah plastik.Pertama, mengurangi timbulan sampah plastik sejak dari sumbernya dengan cara menghindari, membatasi penggunaan kemasan, bungkus, dan kantong belanja plastik sekali pakai.Kedua, mendaur ulang kemasan dan wadah plastik yang memang di desain dapat didaur ulang jelas Nirwana.

Ketiga, melaksanakan redesain kemasan dengan cara mengurangi kemasan atau wadah sekali pakai dan meningkatkan agar dapat diguna ulang atau didaur ulang,  papar Nirwana Dan jika salah satu solusi untuk menangani sampah plastik melalui bank sampah.

Dia mengatakan, peranan perempuan terutama ibu rumah tangga selama ini sangat membantu peningkatan kualitas bank sampah.

Harapannya kedepan nya yaitu dengan adanya seminar ini berharap supaya semua kaum ibu ibu lebih menengerti memilah sampah. Sampah plastik itu sangat berbahaya.

Padahal sebenarnya plastik memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan apabila sudah tidak digunakan lagi, di mana istilah plastik yang sudah tidak digunakan tersebut dikenal dengan sebutan sampah plastik.

Alasan lainnya mengapa sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun-tahun. Ketahuilah bahwa plastik baru bisa diuraikan oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sampah plastik bisa terurai dalam waktu 1000 tahun lamanya pungkas Nirwana

 

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735