WARTA | NASIONAL

Kemenkes Dorong Pengaturan SKM Dalam PP Label

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan Surat Edaran yang mengatur tentang label dan iklan susu kental manis,Kementerian Kesehatan juga ikut mendorong regulasi terkait susu kental manis. Lebih lanjut, susu kental manis selanjutnya akan dibahas dalam peraturan pemerintah tentang label produk pangan. Hal disampaikan Dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI dalam Pekan ASI Sedunia yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).


“Kita harus dorong ada pengaturan untuk iklannya, untuk pemberian nama produk. Karena kalau namanya tidak tepat, tidak mengedukasi masyarakat. Masyarakat jadi keliru, susu kental manis seolah susu, padahal hanya dapat digunakan sebagai topping dan tidak boleh dikonsumsi terus menerus,” jelas Kirana, Kamis (30/8).

Lebih lanjut, Kirana juga berharap dengan memperkuat pemahaman tenaga kesehatan dan kelompok yang mendukung akan pemberian makanan bayi dan anak dapat menjadi langkah pencegahan pemberian susu kental manis untuk anak. “Kita perkuat tenaga kesehatan seperti bidan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, agar informasi yang disampaikan tidak kalah oleh iklan susu kental manis,” kata Kirana.

Lebih lanjut, ia berharap sinergitas dengan IBI dapat menjadi upaya mengedukasi masyarakat secara luas. Bidan sebagai petugas kesehatan yang dekat dengan masyarakat mampu menyampaikan kebutuhan gizi bayi dan anak dengan baik. Kedepannya Kirana juga berharap tidak ada lagi iklan susu kental manis di media yang secara terbuka memperlihatkan susu kental manis diaduk dan diminum seolah susu.

Kirana Pritasari, MQIH, dalam acara seminar ASI Nasional 2018 menyebut bahwa, beberapa  data kajian dan fakta  global dalam The Lancet Breasfeeding Series tahun 2016 membuktikan bahwa ASI Ekslusif dapat menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan.


Dari beberapa fakta tersebut manfaat pemberian ASI eksklusif terhadap anak adalah supaya si anak bisa berkembang dengan optimal dan tidak mudah sakit,"imbuhnya .

Untuk itu dibutuhkan momen yang sangat penting guna meningkatkan kepedulian dan kesadaran dari semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat terhadap pentingnya menyusui bayi hingga dua tahun dan pentingnya dukungan bagi ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayi .


 

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending