WARTA | NASIONAL

President University, Siapkan Generasi Berbasis Teknologi

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Prof. Frank Coton selaku Vice Principal yang berbicara mengenal "Masa Depan Perguruan Tunggi dalam rangka menghadapi industri 4.0" yang diadakan di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta.

Di acara Forum tersebut hadir juga S.D. Darmono selaku Chairman Jababeka Group, yang baru saja mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Glasgow tersebut.

Ini merupakan bentuk dari kepedulian Bapak S.D. Darmono akan perkembangan SDM Indonesia dalam mengisi pembangunan ke depan sehingga menjadikan Indonesia lebih baik.

Acara hari ini diadakan untuk meneruskan misi Presiden Joko Widodo yang meluncurkan MAKING INDONESIA 4.0 pada April 2018. MAKING INDONESIA 4.0 sebagai komitmen Indonesia memasuki era digital menuju Industri 4.0, guna membangun industri manufaktur yang berdaya saing global, sehingga membangun kembali perindustrian Indonesia ke era baru revolusi industri keempat serta merevalitasi industri nasional secara menyeluruh.

"Universitas Glasgow merupakan universitas di lnggris tertua ke-4 di dunia yang berdiri pada tahun 1451. Juga merupakan tempat bersejarah dimana penemu mesin uap James Watt dan ahli teori kapitalisme Adam Smith bernaung dan berkarya," ujar Dr. John Scott Younger, OBE, F1CE selaku Honorary Research Fellow dari Universitas Glasgow. Yang juga sebagai International-Chanchelor President University .

Dr. Scott menambahkan bahwa Universitas Glasgow sangat berperan aktif dalam perkembangan tehnik sipil dan infrasturktur di dunia seperti yang kita lihat saat ini, juga banyak penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan, obat-obatan dan juga tehnik mesin yang terus berlangsung hingga saat ini.

Sementara President University Bapak S.D. Darmono sebagai Foundernya,mengatakan universitas kami yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai Medium Komunikasi bertaraf internasional yang terletak di Kawasan Industri Jababeka, merupakan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Darmono menjelaskan,anak-anak harus berupya menghadapi globalisasi yang mempengaruhi kondisi anak-anak dengan berubah sikap,pendidikannya harus berubah sehingga dari perusahaan investasi harus dibuka skillnya pendidikannya kurikulum dapat diupayakan, itu masing-masing azas harus merubah diri sebaliknya pemerintah itu mengatur ada regulasi yang harus disesuaikan sama kebutuhan zaman ini jadi dari 3 pihak rakyatnya sendiri orang tua murid itu mulai mendidik anak-anaknya dari kecil hingga sekarang di bidang teknologi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending