WARTA | NASIONAL

Komunitas Doyan Sejarah,Sejarah Tanah Air Perlu Di Gali Ulang

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman
prasejarah berdasarkan penemuan "Manusia Jawa " yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu. Periode sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu -Buddha serta Islam di Jawa dan
Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; Era Kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda ) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20 ; Era Kemerdekaan Awal, pasca- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ( 1945 ) sampai jatuhnya Soekarno ( 1966 ); Era Orde Baru , 32 tahun masa pemerintahan
Soeharto ( 1966 – 1998 ); serta Orde Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.

Banyak kelompok masyarakat yang peduli tentang sejarah Indonesia lewat buku film dan lain lain,namun perlu juga dicermati terkait isi cerita sejarah yang sebenarnya ada pelaku sejarah yang kurang pasti kebenarannya seperti cerita dalam film-film banyak terjadi perbedaan bahkan sangat mendasar.

Hal ini,pula yang ingin diingatkan oleh komunitas Doyan Sejarah yang terbentuk dari kumpulan generasi muda dari lintas profesi dengan mendorong seluruh elemen masyarakat agar kembali belajar sejarah agar bisa mendapatkan fakta fakta sejarah yang sesungguhnya sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

"Komunitas Doyan Sejarah adalah sebuah komunitas independen yang peduli pada sejarah dan budaya serta peninggalan sejarah bangsa. Ini bentuk keprihatinan kami terhadap kurangnya perhatian dan apresiasi generasi sekarang terhadap sejarah bangsanya,” kata Imam Subagyo, Ketua Komunitas Doyan Sejarah dalam peluncuran Komunitas Sejarah #Doyan Sejarah, di Perpusnas Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Ia mengatakan, kegiatan komunitas Doyan Sejarah meliputi safari situs candi di nusantara, seperti candi Suko, keraton Surakarta, keraton mangkunegara, keraton Yogyakarta, diskusi analisis riset penemuan sejarah, hingga berencana membuat film pendek tentang sejarah.


Menurutnya, melalui film pendek sejarah ini menjadi media efektif sebagai propaganda sejarah dalam menyikapi era generasi milenial kecendrungan malas membaca literatur sejarah ini.

Sekarang ini hampir lost generasi anak bangsa yang mengetahui sejarah, bahkan sejarah pahlawan minim bagi diketahui bangsa ini.

“Melalui komunitas ini kita mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut partisipasi aktif dalam melestarikan sejarah, karena bangsa yang besar bangsa yang memiliki karakter khas. Sejarah merupakan harta karun yang terpendam,” ujar dia

Ia berharap generasi sekarang tidak melupakan sejarah bangsa seiring kemajuan teknologi, dan dimana revolusi industri keempat telah dimulai. Pihaknya pun aktif menyosialisasikan melalui sosial media komunitas Doyan Sejarah sebagai wadah pencinta sejarah.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending