WARTA | EKONOMI

Aksi Demo Konsumen K2 Park Bisa Rugikan Dua Belah Pihak

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

JAKARTA - Aksi demo yang dilakukan oleh beberapa konsumen atas keterlambatan pembangunan Apartemen K2 Park dapat merugikan kedua belah pihak, baik Prioritas Land Indonesia (PLI) selaku developer maupun konsumen-konsumen yang sudah sabar menunggu pembangunan.

K2 Park merupakan proyek mixed-use Prioritas Land yang dibangun di atas lahan seluas 3 hektar. Konsep campus residence yang ditawarkan akan memenuhi kebutuhan hunian lengkap dengan area pendidikan seluas 20.000 m2 lebih, komersial, dan sejumlah fasilitas lain.

Sammy Maramis, General Manager dari PLI menjelaskan, apartemen yang berdekatan dengan kawasan Gading Serserpong, Karawaci, dan Alam Sutera ini mestinya sudah melakukan serah terima pada akhir tahun ini. Namun, karena terkendala melambatnya sektor property dalam 3 tahun terakhir ini, menyebabkan keterlambatan pembangunan, sehingga banyak konsumen yang mengajukan komplain. Bahkan beberapa konsumen melakukan aksi protes yang sangat berlebihan.

"Kami akui memang ada keterlambatan namun kami memiliki itikat baik untuk melanjutkan pembangunan, namun beberapa konsumen terus saja melakukan protes bahkan ada yang menghubungi media masa untuk menekan kami. Sedangkan kami sudah menjelaskan dengan sabar kepada para konsumen mengenai kendala-kendala yang kami hadapi dan rencana-rencana kami. Kantor kami tetap buka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 pagi sampai 17.00, kami selalu siap sedia menerima komplain konsumen dan menjelaskan kendala-kendala yang kami hadapi. Proyek kami Majestic Point Serpong pun saat ini sudah 90% selesai dan sudah dibuka kampus Universitas Esa Unggul yang sudah operasional memulai perkuliahan," kata Sammy.

Aksi protes yang dilakukan oleh beberapa orang ini menurut Sammy, tidak akan memberikan dampak positif sama sekali. Sebaliknya, akan merugikan konsumen yang telah dengan sabar menunggu pembangunan. "Karena dari keseluruhan konsumen K2 Park, hanya sebagian kecil yang terus melakukan aksi protes yang berlebihan. Sisanya, sebagian besar konsumen mendukung kami," kata Sammy.

Khawatirnya, sambung Sammy, jika aksi protes oleh sekelompok orang ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin bisa mengganggu konsentrasi manajemen PLI yang berakibat masalah terlambat bangun ini terus belanjut, yang akhirnya nanti akan merugikan semua pihak. Padahal jika berbicara dari sisi Marketing dan Sales, kami tetap optimis, bahwa jika K2 Park sudah serah terima dan bisa di gunakan oleh konsumen untuk di sewakan bahkan dijual sekalipun, akan memperoleh capital gain yang sangat baik.

"Nah, yang pasti dirugikan bukan hanya kami sebagai pengembang, tetapi konsumen kami yang telah dengan sabar menunggu pembangunan," kata Sammy.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending