WARTA | RAGAM WARTA

Yayasan Kain Gelar Penggalam Dana Untuk Para Perajin Anyaman di Pulau Lombok

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com-Jakarta
YAYASAN KARYA ADIPURNA INDONESIA (KAIN) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 2, tanggal 25 Januari 2018, Notaris Evi Natalia SH. Di Jakarta, oleh sekelompok orang yang berkompeten dibidangnya, memiliki rekam jejak Nasional/Internasional, dan memiliki kesamaan tujuan dalam mewujudkan sumbangsihnya kepada NKRI, sesuai dengan keahlian masing masing.Meskipun singkatan nama Yayasan ini KAIN, namun tidak berarti focus kami terbatas pada seni Kain Nusantara.

Adapun kegiatan dari Yayasan KAIN mencakup segala bidang yaitu seni, budaya, sosial dan pendidikan.

VISI, Menjadi wadah terbaik yang diakui masyarakat luas dalam hal pelestarian, pendidikan serta pengayaan seni dan budaya Indonesia.
MISI, Berkegiatan di bidang Seni, Budaya, Sosial & Pendidikan, untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.

Untuk para pendiri dan penggagas dari YAYASAN KAIN ini antara lain
Irman Alvian Zahiruddin
Benny Adrianto
Rina Lestari
Santy Hamzah
Rambun Tjayo
Sitta Chirana
Ati Ganda
Denny Hamzah
Praditya Gautama
Ai Syarif
Mas Soeriyanto Soemardi
Nina Fariani Harahap
Tanti Horii
Swadesti
Prasetiati Purnamaningsih
Ida Poedji Hadnani
Restu Imansari Kusumaningrum.

Dan anggotanya.
Chandra Lila Garland
Nungki Juniarti
Untari Setyowati

Untuk di bulan September ini Yayasan Kain menggelar charity penggalangan dana yang di peruntukan kepada LOMBOK dan menjadi Program Perdana dari YAYASAN KAIN
Meski sudah satu bulan lebih bencana gempa bumi terjadi di Pulau Lombok, namun dampak kerusakannya masih banyak sekali dibeberapa daerah.

Tak terkecuali para perajin anyaman rumput/ketak di Desa Suranadi Kec. Narmada dan Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Pulau Lombok bagian Utara. Tempat tinggal dan tempat mereka memproduksi anyaman anyaman ketak ini luluh hancur, namun demikian mereka tetap menganyam meskipun beratap langit.

Sebagai langkah nyata dan kepedulian kami, Yayasan KAIN menyelenggarakan acara: In love with drawing in wax BATIK INDONESIA
penggalangan dana bantuan untuk para perajin anyaman ketak di Pulau Lombok, yang didukung oleh para sahabat yang dengan tulus berpartisipasi diacara ini,.Kamis ( 27/9) di Grand Kemang Hotel Jakarta Selatan.

Dengan kemasan acaranya antara lain
Bincang Bincang Batik bersama narasumber
Novita Yunus (Batik Chic)
Kwan Hwie Liong / William Peneliti Sejarah Batik Indonesia
Soraya Haque / Ai Syarif Moderator

Peragaan Busana & Tas
Batik Chic by Novita Yunus
Ai Syarif 1965
Djawa by Benny Adrianto
Ende Bag

Mini Bazaar / Penjualan ( 25% hasil penjualan akan didonasikan)
Batik Chic by Novita Yunus
Ai Syarif 1965
Djawa by Benny Adrianto
Yayasan Losari
Ende Bag
Pemerintah Kabupaten Bandung
Commonwealth Bank
Dermaster (No.1 Korean Beauty Clinic in Asia)
Bentang Benang
Bank Tabungan Negara (BTN)

Hiburan dari Lucky Octavian & Frans Ferdinand

Lelang Batik Tulis & Tenun:
Djawa by Benny Adrianto
Batik Tulis Obin koleksi Ai Syarif
2 Shawl Batik Tulis & Sarung Bantal Batik Tulis koleksi Yayasan Losari
4 Koleksi Tenun dan Batik Tulis Rumah Pesona Kain
Batik Tulis Lasem koleksi Sitta Chirana yang dibuat khusus oleh Bapak Sigit Witjaksono
Tas Ketak dengan detail Mutiara koleksi Praditya Gautama
3 Lukisan dan 5 Mini Lukisan karya Agoes Noegroho

Acara ini juga akan dihadiri oleh sejumlah Duta Besar Negara sahabat untuk Indonesia, seperti; Mr. Askhat T Orazbay (Kazakstan), Mr.Julio Arturo Cardenas Velarde (Peru), Mr. Fabian (Equador), Mr. Albert (Portugal), Mr. Georgios Dogoritis (Greek), Mr. Michael Cottier (Deputy Head of Mission), Mrs. Beatrice Cottier dari Kedutaan Switzerland. Serta ibu Andang Gunawan, Ibu Yenny Wahid, Ibu Prof Saparina Sadli (Tokoh Pejuang Perempuan dan Kesetaraan Gender serta Hak Asasi Manusia), Ibu Dr. Mimi Patmonodewo, Ibu Nina Akbar Tanjung, Bapak Saidi, Ibu Ratna Wirahadikusumah & Dr. Evita Djaman (Pendiri Sahabat Lansia Tangguh), Ibu Yosephine Tamim, Ibu AN Baramuli Kaunang, Ibu Aryanti Baramuli, Ibu Dany Handoko, Ibu Prieta, serta Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia Jakarta Raya (HIMPSI JAYA), Ibu Winarini Wilman, Ibu Erida Rusli, & Ibu Susi Safrina Irawati.
Hasil donasi akan kami serahkan ke Lombok, sepuluh hari setelah acara berlangsung, ujar Ai Syarif kepada Wartajakarta.com


Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending