WARTA | EKONOMI

Raup Peluang di Bisnis Pendidikan, Sekolah Pelangi Kembangkan Sayap Hingga ke Daerah

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Dunia pendidikan tak hanya memiliki aspek social tetapi juga aspek bisnis yang bila terorganisi dengan manajemen yang baik bisa memberikan keuntungan yang signifikan. Tawaran bermitra dalam mengembangkan pendidikan usia dini masih bermunculan. Maklum, orang tua sekarang semakin sibuk bekerja sehingga anak-anak bisa dititipkan sekaligus belajar di day care atau playgroup.

Peluang ini lah yang dilirik oleh kaka beradik Nagwa Kamal dan Lula Kamal. Bernagkat dari kepedulian terhadap mahalnya dunia pendidikan, Nagwa Kamal, Founder dan CEO Sekolah Pelangi dan Sekolah pelangi Alexandri mencoba menjalankan sekolah khusus anak usia dini. "Awalnya muncul keinginan membangun sekolah karena saya sebagai orang tua merasa saat menyekolahkan anak di preschool, mahal sekali, bagaimana bila ada orang tua yang ingin memberikan pendidikan yang berkualitas tapi dananya tidak mencukupi, tentu terbebani, nah, saya pun mulai berpikir, lebih baik saya bangun sekolah sendiri," ujar dia.

Awalnya, Nagwa dan sang adik Lula Kamal, membuka satu sekolah di daerah Condet, Jakarta Timur dengan harga terjangkau namun memiliki kualitas akademis yang baik dan lengkap. Ternyata, pembukaan sekolah untuk anak usia dini tersebut mendapat sambutan positif dan kian hari, jumlah murid pun kian bertambah. "Kami memang menjaga kualitas pendidikan anak didik kami, dengan menyediakan pendidikan umum (Sekolah Pelangi) dan juga yang berbasis agama(Sekolah Pelangi Alexandria)," tutur dia.

Melihat peluang bisnis yang menjanjikan tersebut, Nagwa mulai mengembangkan sayap ke daerah lain. Meurutnya, permintaan untuk membangun sekolah pelangi di daerah lain pun mulai bermunculan. "Disana lah saya mulai berpikir, kalau memang bisa dibuat sistem kemitraan, mengapa tidak?" Jelasnya. Maka pada tahun 2017, mulai lah iamembangun model bisnis kemitraan (Franchise).

Meski mulai berkembang, Nagwa mengingatkan bahwa bergerak di bisnis pendidikan harus didasari oleh passion yang kuat. Pasalnya, bisnis pendidikan tak seperti bisnis lainnya, termasuk bisnis yang lebih tahan uji dan juga untuk jangka panjang. Maka, menurutnya, bisinis ini tak cocok bagi mereka yang ingin meraup untung dalam waktu singkat. "Perlu kesabaran estra dan effort yang lebih untuk membangun nama baik sebuah sekolah, tapi sekalinya berhasil, maka semakin lama, bisnis sekolah akan semakin harum dan menguntungkan," kata dia.

Untuk menjadi mitra, Nagwa tak memasang persyaratan berat, dengan luas lahan atau bangunan 400 m2 di area ruko atau perumahan, sudah memenuhi kriteria untuk menjadi mitra Sekolah Pelangi dan Sekolah Pelangi Alexandria. Di lahan tersebut, tambahnya, akan disediakan fasilitas yaaitu ruang kelas minimal 4 kelas dengan luas 4x5, ruang music dengan luas 4x8, Mushola, perpustakaan, ruang kepsek dan guru, ruang bermain, dan tempat parkir. Franchise Fee yang ditawarkan pun hanya Rp 250 juta dengan masa penggunaan 5 tahun. "Ini terbilang murah dibandingkan franchise fee bisnis lainnya," kata dia.

Saat ini, Sekolah Pelangi dan Sekolah Pelangi Alexandria sudah memiliki beberapa cabang di Bandung, Condet,Rawamangun, Garut, dan Bandar Lampung. "Kami masih mencari mitra di kawasan lainnya seperti Bogor, Bandung, bekasi dan Cirebon," tuturnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending