WARTA | TEKNO

Pelajari Programing Bahasa Indonesia Dengan Belajarcoding.com

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-9Perkembangan teknologi informasi pada saat ini telah menjadi suatu kekuatan yang mampu menguasai dunia. Negara-negara Asia seperti India, Republik Korea, dan Tiongkok juga sudah mengikuti arus ini dan mendominasi industri ini. Banyak startup yang muncul dan tumbuh dari negara-negara tersebut. Bagaimana dengan negara kita, Indonesia?

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia namun kita masih memiliki kekurangan developer lokal yang berkualitas. Untuk mengisi kekurangan talenta tersebut, banyak startup yang kemudian lebih memilih untuk merekrut pekerja asing. Sedangkan lulusan Tehnik Informatika di Indonesia sangat banyak tiap tahunnya tapi belum tentu semuanya langsung dapat kerja atau mudah dapat kerja. Kendalanya ada pada penggunaan bahasa Inggris.

Bahasa Inggris adalah bahasa universal untuk pengkodean tetapi masih banyak orang Indonesia yang belum menguasai bahasa inggris. Hal inilah yang mendorong Belajar Coding untuk memberikan pelatihan dan pendidikan tehnik informasi terutama dalam masalah pengkodean atau programming dengan bahasa Indonesia.

Co-Founder and Developer Belajar Coding Nicholas Rahardja mengatakan, “Bahasa Inggris adalah bahasa universal untuk pengkodean, tetapi hal tersebut masih sulit bagi orang Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris.”

Nicholas menggambarkan bahwa untuk kode sederhana seperti ‘print’, orang perlu tahu apa artinya cetak dalam bahasa Inggris. Seorang pembicara non-Inggris harus mencoba belajar bahasa Inggris sambil menerapkan logika untuk menulis kode. Menurutnya, akan sangat sulit untuk berkembang jika ketika belajar pengkodean harus selalu berhenti dan belajar bahasa Inggris lebih dahulu, apalagi kata-kata itu akan benar-benar di luar konteks sehingga sangat menyulitkan untuk belajar pengkodean apalagi untuk orang yang tidak dapat berbahasa Inggris sama sekali.

Ia mengatakan, “Belajar Coding hadir untuk melayani. Yang harus mereka lakukan adalah masuk ke situs web dan mulai belajar Jave dan Python langsung di tempat. Semakin banyak latihan yang mereka lakukan semakin banyak medali yang mereka dapatkan. Kami menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mencari tahu apa yang akan memotivasi mereka untuk terus belajar.”

Menurut Co-Founder Belajar Coding lainnya, Marco Widodo, ini adalah kontribusinya kepada negaranya, Republik Indonesia. “Sulit untuk memikirkan di mana untuk mulai menyelesaikan masalah kemiskinan dan kurangnya pendidikan, tetapi sekarang saya pergi tidur di malam hari mengetahui bahwa ada seseorang di pulau terpencil yang masuk ke situs web kami dan belajar bagaimana kode dalam Bahasa Indonesia,” ungkap Marco.

Menurutnya, hanya 23 juta dari 240 juta orang di Indonesia yang berbicara bahasa Inggris, kurang dari 10%. Ini berarti 90% dari populasi mungkin kehilangan belajar cara kode.

Langkah yang akan diambil selanjutnya oleh Belajar Coding adalah menjangkau 8 juta audiens siswa melalui platform pengajaran online dan bergabung dengan organisasi yang diakui oleh UNICEF yang berfokus pada pengembangan pemuda.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending