WARTA | NASIONAL

Pasca Kabur, 26 Napi Lapas Banda Aceh Tertangkap

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Sebanyak 26 dari 113 narapidana Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh telah ditangkap kembali pasca pelarian di lapas tersebut, Kamis (29/11). Mereka kabur dari Lapas kelas IIA Banda Aceh ditengah ibadah sholat magrib berjamaah dimasjid lapas.

Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami, menjelaskan saat pelarian terjadi pengamanan lapas yang dihuni 726 narapidana ini berkekuatan 10 petugas pengamanan yang terdiri dari 7 Calon pegawai Negeri Sipil, 1 anggota jaga, dan 2 petugas pintu Utama (P2U). Selain itu, Kepala Kesatuan pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban, dan 2 staf KPLP juga berada di lokasi.

HinggaJumat (30/11) pukul 07.17 WIB, sebanyak 26 narapidana telah tertangkap sehingga jumblah narapidana Lapas Kelas IIA Banda Aceh saat ini 639 orang dengan kapasitas 800 orang.

Peristiwa bermula ketika beberapa oknum narapidana menyalahgunakan waktu sholat magrib untuk merancang pelarian dan mencoba merusak ornamesh (pagar kawat besi) yang memisahkan kamar hunian dengan kantor utama menggunakan barbel. Saat ditegur petugas, narapidana melawan yang mengakibatkan seorang petugas terluka dan kepala KPLP terkena siraman cairan yang diduga air cabai.

Para narapidana yang berhasil melewati ornamesh merangsek menuju pintu akses P2U, namun terkunci sehingga menuju aula yang beberapa waktu lalu terbakar dan menjebol besi teralis jendela yang menghadap ke arah luar lapas.

Pihak Lapas Kelas IIA Banda Aceh langsung melakukan koordinasi dengan pihak TNI dan kepolisian Resor Kota Banda Aceh untuk melalukan pengamanan dan pencarian narapidana yang melarikan diri. Dirjen PAS juga telah memerintahkan seluruh jajaran permasyarakatan untuk melakukan langkah-langkah konkret, yakni
1. Melakukan dan meningkatkan intensitas kontrol dan inspeksi,khususnya saat jam rawan.
2. Memastikan seluruh narapidana berada di dalam kamar dan terkunci.
3. Melakukan koordinasi dengan aparatur keamanan kepolisian/TNI untuk meningkatkan intensitas kontrol titik sambang atau bantuan pengamanan
4. Menambah kekuatan pengamanan dari unsur staf; dan
5. Melakukan deteksi dini dan pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dirjen Pas berharap masyarakat melapor kepada aparat pemerintah atau keamanan yang bertugas bila menemukan narapidana ditengah masyarakat, khususnya keluarga untuk melaporkan jika ada narapidana yang kembali kerumah atau keluarga. (Slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735