WARTA | FILM

Film ATENG DAN ISKAK Tayang,10 januari 2019

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Film “Lagi Lagi Ateng" siap tayang 10 januari 2019. Kisah drama komedi kembar ini diproduksi oleh I3 Entertainment dengan Co-pmducer.Dirgahayu Productions dan ldeosource Entertainment sebagai Executive Producer. Film ini akan menghidupkan lagi karakter Ateng dan lskak, komedian lerkenal di masa lalu dengan situasi
modern. Semangat dari kedua komedian tersebut disalurkan melalui film yang hangat dan diharapkan dapat diterima penonton Indonesia.

Film yang diarahkan oleh Monty Tiwa ini berkisah tentang Ateng dan kembarannya Agung yang selama ini terpisah. Ateng dan lskak untuk pertama kalinya pergi ke Jakarta, geger budaya meland Ateng dan lskak yang bisa dibilang gagap teknologi. Setibanya di Jakarta, mereka menginap di sebuah hotel mewah yang modern. Tanpa disangka, Ateng bertemu dengan Agung yang mcmiliki paras dan bentuk tubuh yang sama dengan dirinya. Iskak dan asisten pribadi dari Agung. si Cemplon juga sama terkejut dengan mereka. Akhirnya terkuaklah kenyataan bahwa mereka adalah saudara kembar yang terpisahkan.

Ateng dan Agung kemudian menyadari masing-masing kalau orang tua mereka ternyata masih lengkap. Kemudian timbul ide untuk bertukar tempat untuk bertemu dengan orang tua yang mereka saling sama-sama belum pernah bertemu. Ateng akan bertemu pertama kalinya dengan Ratna, ibunya. Sementara Agung akan bertemu dengan Budiman. Rasa haru langsung melanda keduanya. Cemplon sadar akan betapa butuhnya Ateng dan Agung unluk bisa bersama kembali dengan kedua orang tua mereka. Ia lalu mengusulkan untuk menjebak kedua orang tua mereka agar bertemu dan menjalin hubungan mereka kembali. Akhirnya setelah 26 tahun lahir rencana untuk mempersatukan keluarga kembali. Apakah mereka berhasil? Lihatlah rintangan yang mereka hadapi.

Keunikan dari film ini adalah menampilkan karakter kembar, sesuatu yang jarang ada di film Indonesia. Film ini juga relevan dengan keadaan sosial hari ini, dengan keadaan di mana anak tinggal terpisah dengan orang tuanya. Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa pada akhimya keluarga yang utuh adalah penting. Meskipun banyak orang sudah jadi single parent. namun
perasaan anak yang mengharapkan kehangatan keluarga yang lengkap tetap harus didengarkan.

Bukan hanya pesan soal keluarga, mm ini juga mcnampilkan adegan yang kocak sesuai dengan film-film Ateng dan lskak di zaman dahulu yang bisa ditonton oleh siapa saja. Semua umur, semua kalangan, semua orang dengan berbagai latar belakang dapat menikmati Film ini. Diharapkan pengalaman menonton Film yang menyenangkan dapat tersalur. Bapak dan ibu bisa membawa anaknya untuk mendapatkan pengalaman berharga. panting juga bagi generasi milenial yang belum atau sudah berkeluarga ditonton.

Film ini dibintangi oleh Augie Fantinus yang dipilih sebagai Ateng. Untuk peran lskak diberikan kepada kolaborator Monty yaitu Soleh Solihun. Film ini ditambah semarak pula dengan kehadiran Julie Estelle. Surya Sapulra dan Unique Priscilla, Catherine Wilson, dan Rohana Srimulat.

Untuk menambah nostalgia. lagu "Tataplah" dari Cool Colors yang akan tampil di Film dijadikan soundtrack. Lagu ini akan dinyanyikan ulang Arnold Leonard dan Btari Chinta. Penciptanya Hari Budiman memproduseri versi barunya bersama 13 Entertainment. Lagu ini diciptakan oleh Hari Budiman dan Johandi Yahya.

Ateng adalah pelawak yang aktif dari era 60an hingga 2OOOan. la dikenal melalui grup Kwartet Jaya bersama lskak, Eddy Sud, dan Bing Slamet. Kemudian mempunyai Film-Fllm yang dibintangi utama olehnya seperti “Ateng Minta Kawin“, “Ateng Kaya Mendadak”, “Ateng The Godfather" dan banyak lagi lainnya.

Film “Lagi Lagi Ateng" juga akan melakukan pencarian orang yang mirip Ateng dan lskak. Kegialan ini akan dilaksanakan di Jakarta dan sekitarnya. lkuti terus perkembangannya di akun media sosial berikut: lnstagram @lagilagialeng, Twitter @Iagilagiateng, dan Facebook lagi lagi Ateng.(slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735