WARTA | NASIONAL

FORUM KOMUNIKASI RELAWAN PRABOWO SANDI

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com- Disebutkan dalam landasan 1. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, Pasal 28(1) Kepolisian Negara Republik Indonesia bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.

2. UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia Pasal 39 Prajun‘t dilarang terlibat dalam: (1). kegiatan menjadi anggota partai politik; (2). kegiatan politik praktis;

3. UU No. 7 Yahun 2017 UU tentang Pemilu, bahwa TNI/Polri tidak menggunakan hak politiknya.

LATAR BELAKANG

1. Adanya indikasi di tengah masyarakat yang menyoal aparat Kepolisian bersikap tidak netral terhadap masyarakat, baik perorangan maupun kelompok, dalam menggunakan hak-haknya sebagai warga negara untuk memperoleh Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan Iisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang (Pasal 28 UUD 1945)

2. Adanya arogansi aparat Kepolisian terhadap kegiatan masyarakat dalam kelompok relawan pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Sandi di Kota Mataram Lombok yang terjadi di Rumah Aspirasi Prabowo Sandi yang dikelola oleh Ormas Garuda Emas.

3. Adanya hambatan terhadap masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan sosial di rumah Aspirasi Prabowo Sandi yang berlokasi di Larangan Tangerang Selatan.

PERNYATAAN SIKAP

1. Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk bersikap netral, menghormati serta melindungi segenap warga negara Indonesia dalam melaksanakan kegiatan sosial dan politiknya.

2. Meminta agar Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia memberlkan peringatan keras kepada aparat yang melakukan hambatan, gangguan
dan intimidasi kepada masyarakat yang menggunakan hak berpolitiknya selama aspirasinya tidak terafiliasi dengan idiologi maupun Partai Politik terlarang mengacu pada TAP MPR RI No. XXV/1966.

3. Menyesalkan terjadinya insiden yang terjadi di Rumah Aspirasi Prabowo
Sandi kota Mataram Lombok yang dikelola oleh Garuda Emas Lombok.Meskipun sudah dilakukan perdamaian dan adanya permohonan maaf dari oknum aparat bersangkutan, namun hal ini harus menjadi perhatian Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia agar hal ini tidak terjadi lagi di tempat-tempat lainnya di Indonesia.

4.Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap melanjutkan kegiatannya dalam hal menyalurkan aspirasi politiknya karena dijamin dan dilindungi oleh Konstitusi (UUD 1945) dalam koridor Undang-undang dan peraturan yang berlaku, khususnya terkait dengan Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019.

Lieus Sungkharisma (kordinator Rumah Aspirasi Prabowo Sandi),Moch.Yusuf H.Panjaitan(Ketua Umum Garuda Mas),Yudi Syamhudi Suyuti(Ketua Umum KPN-GP2019).(Slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735