WARTA | LIPUTAN KHUSUS

Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Mengungkap Perdagangan 22 Senjata Air Soft Gun Illegal di

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap tindak pidana penjualan air Air Soft Gun secara ilegal.Atas perintah dari Kapolres yang menindak lanjuti perintah langsung dari bapak Kapolda, awal mulanya tim Patroli Cyber Polres Satuan reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priuk melaksanakan Patroli Cyber di dunia maya dimana kami melihat akun-akun di medsos baik itu di Facebook maupun instagram.setelah kita melakukan Patroli kita invetarisir dan disitu kita temukan bahwa salah satu tersangka ini menggunakan akun di medsos yaitu di facebook dan di instagram untuk menjual senjata jenis air gun itu secara ilegal,” kata AKP M Faruk Rozi.

Kasat Reskrim dalam konferensi Pers di Polres Pelabuhan Tanjung Priok siang ini , senin (21/01/19)
Faruk menjelaskan bahwa setelah mengetahui hal tersebut, ia bersama satuannya melaksanakan pembelian atau dikenal dalam tindak pidana narkoba undercover buy, ” dimana kita memesan jenis air gun kepada tersangka.kemudian tersangka mengirimkan air gun yang telah kita pesan ke alamat tujuan dimana kita memesan yaitu di wilayah hukim Polres Pelabuhan Tanjung Priok atau Polres Jakarta Utara yang masih dalam Kajari Utara,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Faruk, satuannya melaksanakan penyelidikan dengan mendatangi yang melakukan pengiriman barang ilegal tersebut,”  kami tidak bisa sebutkan karena tidak etis, ada salah satu jasa pengiriman kami dalami alamat si pengirim. kemudian dari situ kami melakukan pencocokkan terkait dengan masalah rekening penerima pembayaran yang mana alamat rekening pembayaran bersama alat si pengirim ternyata cocok,” ungkapnya.

Setelah itu,  satuannya melaksanakan penangkapan dan penggeledahan,” setelah dilaksanakan penangkapan dan penggeledahan, ditemukan Air gun yang lain yang berjumlah kurang lebih 22 unit air gun dan beberapa peluru Gotri dan juga aksesoris Air Gun yang lain,” imbuhnya.Perlu diketahui, Senjata Air Gun  berbeda dengan Air Soft Gun dimana Air Gun ini memiliki impact yang lebih besar apabila mengenai kulit atau tulang,” daya ledak dorongnya lebih besar,” pungkas Faruk.
Para tersangka tertangkap sejak hari Jum’at (18/01/19 ),” 3 hari itu kami gunakan untuk menginventalisir barang bukti dan Faruk melakukan pengembangan terhadap beberapa tersangka yang lain,” kata Faruk.

Untuk tersangka yang di amankan dalam operasi tersebut ada 3 dari 2 TKP yang berbeda, ” 2 orang tersangka kita amankan berdasarkan dari hasil penelusuran Jasa pengiriman dan alamat nomor Rekening Tujuan. dan 1 lagi kita amankan pada saat yang bersangkutan sendiri mengirim atau sebagai kurir. jadi kita pancing ke wilayah hukum kita lalu kita geledah ternyata yang bersangkutan membawa 1 pucuk Air Soft Gun,” ungkapnya lagi.
Tersangka dengan inisial YK 29 tahun, pekerjaan swasta alamat Pasar Rebo Jakarta Timur, ULM 33 tahun swasta, Pandeglang akan dikenakan Undang-Undang Darurat Pasal 1 Ayat 1 dimana masa hukumannya maksimal 20 Tahun Penjara.Untuk 2 tersangka pertama yang Air Gun kita  memesan 1 unit Air Gun. dengan harga 3 juta Rupiah. untuk tersangka ke dua kurir yang mendatangi kita itu 1 unit air Soft Gun yang dihargai 5 juta 5 ratus rupiah.

Pelanggannyapun umum siapapun bisa yang mau membeli di Facebook dan instagram,” dia menjualnya umum tidak ada persyaratannya disitu, tidak ada klarifikasi umur maupun kemampuan,” tutur faruk.Tersangka mendapatkam air gun dan air soft gun ini pesan online juga yang masih  didalami dan dikembangkan Sat Reskrim Polres Tanjung Priuk.

” Kedua tersangka sudah melakukan penjualan online sejak tahun 2016.pengakuan orang 2 orang  ini mereka sudah menjual online lebih dari 40 unit.sementara yang 1 orang ini pengakuannya baru 3 unit karena memang dia menjual Air Soft gun dan air gun ini punya sendiri atau punya temannya,” kata Faruk

Senjata Air Soft Gun dan Air Gun depergunakan untuk Latihan dan Olah Raga yang diatur dalan Perkab Kapolri Tahun 2012.Setelah dari hasil pemeriksaan,lanjut Faruk, salah satu tersangka ( dk ) adalah member dari syuting club dimana syuting club yang telah dikonfirmasinya sudah dilarang.Karena sesuai dengan ketentuan.

“Peredaran air gun dan air soft gun itu diatur oleh Perkab Kapolri tahun 2012 dimana dilarang memperjual belikan air soft gun. dan untuk mendapatkan air soft gun dan air gun itu ada ketentuan dan mekanisme yang sudah diatur dalam perkab. tidak sembarang orang memperjual dan belikan air soft gun,” jelasnya lagi.Senjata itu, Faruk menambahkan hanya dipergunakan kepentingan olah raga didalam lingkungan Perbakin atau syuting club dimana unitnya itu tidak boleh dibawa-bawa."Setelah untuk latihan dan olah raga harus dititipkan di Perbakin atau Syuting Club yang dibawah binaan Perbakin,” tegas Faruk.(slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735