Warning: session_start(): open(/tmp/sess_90sfo12r4l7b34mkrp3lupmb73, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 3
Tolak Komersialisasi Pendidikan, Mahasiswa Atmajaya Yogyakarta Ajukan Constitutional Review | Wartajakarta.com WartaJakarta.com

WARTA | NASIONAL

Tolak Komersialisasi Pendidikan, Mahasiswa Atmajaya Yogyakarta Ajukan Constitutional Review

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Reza Aldo Agusta, mengajukan permohonan constitutional review terhadap Pasal 4 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (UU Perdagangan) yang memasukkan jasa pendidikan sebagai bagian dari jasa yang bisa diperdagangkan. Reza mengajukan permohonan ini dalam kapasitasnya sebagai warga negara Indonesia dan mahasiswa yang resah dengan masa depan pendidikan di Indonesia.

Reza mengatakan bahwa sebagai warga negara, ada potensi pelanggaran terhadap hak atas pendidikannya. Lebih lanjut, mahasiswa merupakan Pihak yang akan merasakan dampak daripada adanya komersialisasi tersebut. “Sangat ironis ketika pendidikan yang seharusnya menjadi alat untuk menabur bibit unggulan bangsa malah diperlakukan sebagai jasa yang dapat diperdagangkan.”

Leonard Arpan, kuasa hukum Reza, menggarisbawahi munculnya dualisme sistem pendidikan, “Pasal 4 ayat (2) huruf d UU Perdagangan menciptakan sebuah sistem pendidikan tersendiri di bawah rezim UU Perdagangan yang mengutamakan keuntungan dan pertumbuhan ekonomi. Sistem ini sangat kontras dengan sistem pendidikan sebelumnya dalam rezim Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang mengutamakan pemerataan kesempatan pendidikan. Seolah ada dua kepala yang arahnya tidak sama, satu ingin nirlaba, satu ingin berlaba."

“Keberadaan 2 sistem pendidikan di Indonesia melanggar Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 yang mengamanatkan adanya 1 sistem pendidikan nasional. Dengan menjadikan pendidikan sebagai komoditas perdagangan, negara menempatkan pendidikan sebagai barang privat yang berpotensi menjauhkan akses masyarakat terhadap pendidikan,” ujar advokat dari kantor hukum ArpanLaw ini.Kuasa hukum dan informasi Damian agata Yuvens.(slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735

Warning: Unknown: open(/tmp/sess_90sfo12r4l7b34mkrp3lupmb73, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0