WARTA | MUSIK

Padukan Seni Batik dan Alunan Biola, Mia & Kiel Merilis Video Art Singgle Tentang Kami

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine Day), industri hiburan muslk tanah air kembali diramaikan dengan kehadiran video art single teranyar dari duet Mia lsmi dan Kiel Dharmawel yang berjudul Tentang Kami di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia -Jakarta Pusat.

Lewat single Tentang Kami ini, Mia & Kiel menyuguhkan kisah yang tentunya pernah di alami semua manusia, yakni bahasa cinta. Perasaan jatuh cinta dengan energi tarik-menarik yang luar biasa namun dengan berlandaskan rasa ikhlas dan kepasrahan kepada yang kuasa.

Single Tentang Kami ini juga merupakan bagian dari monolog dengan judul yang sama yang seringkau dibawakan keduanya di beberapa penampilan duet Mia & Kiel (di Kuala Lumpur,Jakarta dan Jakarta) dalam beberapa pertunjukan seni dan kebudayaan.

Banyak kisah cinta yang dituliskan pujangga pulangga Indonesia dari masa ke masa sebut saja Chentini karya Pakubuwono V Aku(Chairil Anwar) dsb.Ada benang merah yang membuat karya ini disegani dan dihormati oleh khalayak nusantara dan dunia lntemasional yakni karena filosofi dan makna besar dibalik kata-kata yang dltuliskan penyairnya.

Terimakasih juga atas kehadiran Eros Djarot dan beliau pernah berkata sama saya bahwa kalau kamu bernyanyi bermain biola coba main untuk laut coba main untuk hutan kalau ada referensi balik dari mereka baru kamu melakukannya dengan benar ,Siapa lagi yang bisa ngasih nasehat seperti itu.

" Kami juga sangat banyak sekali memperjuangkan batik bersama teman-teman kami putra-putri batik nusantara dan selalu mengingatkan bahwa kenapa batik bisa diterima sebagai Indonesia Heritage dunia yang berasal dari Indonesia adalah karena filosofinya jadi itu yang kita tidak boleh lupa sebagai generasi muda, tidak sekedar motif ini ada doa didalamnya ini juga sebagai pemakai setengah dari energi kita adalah energi dari batik tersebut.

"Sebenarnya batik yang sangat lekat dengan kuasa raja dan energi yang terus bertumbuh dari hari ke hari yang selalu berputar terus dan kebetulan dulu dipakai oleh raja-raja di daerah Jawa dan kita juga kemarin di syuting di gumuk pasir Yogyakarta dan juga di Pacitan di Selatan Jawa Timur, Jadi begitu saya pakai parang di pantai dengan batu karang itu rasanya sangat sangat berbeda dan terasa prokatif doa dari apa yang mau kita buat dan dari alam yang ada di depan kita gitu rasanya nggak bisa di omongin dengan kata-kata kita benar-benar jatuh cinta yang tidak berdasar kepadanya selain makhluknya tapi juga energi energi yang tercipta di sekitar kita bertanya Kenapa cinta itu sebenarnya sebesar itu tidak sekedar berpelukan tidak sekedar berciuman tapi rasa yang lebih luas daripada itu dan saya rasa sebagai anak muda kita harus ingat terus kalau di Indonesia hfilosofi itu yang membuat kita punya jati diri,tutur Mia.


Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending