WARTA | EKONOMI

Bryan Wijaya Dorong Pebisnis Beralih ke Digital Marketing

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

JAKARTA - Digital Marketing menjadi alat bagi Bryan Wijaya, Pakar Digital Marketing Indonesia untuk meraih pendapatan fantastis. Tak tanggung-tanggung, ia berhasil meraup omset hingga 3 Miliar dalam waktu 2 minggu saja.

"ni bukti bahwa dengan cara yang efektif dan benar, digital marketing dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik," kata dia di Jakarta, dalam seminar dan pelatihan bagi pengusaha muda, beberapa waktu lalu.

Menurut Bryan, persaingan bisnis saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis di Indonesia. Mau tak mau, para pebisnis baik skala UKM hingga skala besar harus mulai melirik apa yang menjadi trend saat ini yaitu Digital Marketing.

Namun, tak semua pebisnis memahami bagaimana cara menggunakannya. Beberapa alasan pebisnis enggan menggunakan digital marketing adalah tidak paham teknologi atau tidak memiliki modal besar.

Padahal, digital marketing tidak harus mutlak memiliki kemampuan di bidang teknologi atau modal yang besar. "Ada banyak misconception mengenai digital marketing, seharusnya semua orang bisa menggunakannya," ujar Bryan dalam acara Seminar Digital Marketing, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Bryan, asal memahami bagaimana membuat content yang menarik dan memahami perilaku calon konsumen yang ditarget, para pebisnis pemula atau skala UKM bisa meningkatkan bisnisnya. Ia menyebutkan selama ini yg umumnya dipahami oleh publik, adalah bagaimana cara membuat akun sosial media atau cara menaikkan jumlah pengunjung akun tersebut. Padahal, digital marketing tidak hanya itu.

"Kuncinya untuk bisa menangkap data calon customer dan menganalisa prilaku calon konsumen tersebut, dari sana, bisa dijadikan dasar untum strategi marketing berikutnya, lebih cepat dan efisien dari cara konvensional," kata dia.

Bryan menyebutkan, masyarakat Indonesia makin gemar mengonsumi konten melalui internet. Pada 2017 lalu, tingkat konsumsi konten lewat dunia maya menempati peringkat ketiga setelah televisi dan media luar ruangan.
"
"Para pelaku usaha harus dapat menangkap peluang ini untuk mengomunikasikan produknya, yang dapat ditempuh melalui media sosial, content marketing, influencer, atau search engine optimization" ujar Bryan.

Untuk menciptakan konten yang menarik, Bryan menambahkan, ada beberapa hal. Yang harus diperhatikan, salah satumya adalah harus ada umpan. "Bisa berupa diskon, atau kemudahan bayar, dan lainnya, selanjutnya, bisa ditambahkan dengan warna, foto dan gambar yang menarik,"kata dia.

Menurut Bryan, Digital Marketing bukan hanya sebuah trend, tetapi sebuah revolusi dalam dunia bisnis dan pemasaran.

"Jika anda tidak beralih ke digital marketing saat ini, maka dalam 5 tahun ke depan Anda akan sangat tertinggal," imbuh Bryan.

Konsep digital marketing ini telah berhasil menghasilkan milyaran Rupiah dalan bisnis yang ia jalankan. Di usia yang ke 25, Bryan sudah mampu menghasilkan dari bisnis properti bernilai miliaran rupiah serta kini menjadi komisaris dua perusahaan yang bergerak di sektor properti.

"Belajar dari Amazon yang sukses memanfaatkan teknologi digital, maka hal yang sama diterapkan di bisnis apapun. Kuncinya data mengenai konsumen harus dikuasai," kata pemuda yang saat usia 18 tahun sudah memiliki penghasilan Rp1 miliar dari bisnis yang dijalankan.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735