WARTA | LIPUTAN KHUSUS

Peringatan ke-27 Genosida Khojaly

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Republik Azerbaijan setelah memulihkan kemerdekaannya menghadapi agresi militer dari negara tetangganya, Armenia, yang menduduki 20% wilayah Azerbaijan. Sebagai hasil dari agresi tersebut, 40 ribu orang Azerbaijan terbunuh dan semua penduduk Azerbaijan dari wilayah-wilayah pendudukan, satu juta orang Azerbaijan
berubah menjadi pengungsi dan orang-orang yang terlantar secara internal (IDPs).


Wilayah Nagorno-Karabakh dengan tujuh wilayah berdekatan dengan Azerbaijan ditempati oleh Armenia yang
merupakan bagian bersejarah dan integral dari Azerbaijan. Ini ditegaskan kembali sekali] lagi oleh hukum
internasional, Resolusi Dewan Keamanan PBB 822, 853, 874, 884 dari tahun 1993, Resolusi UNGA tentang
"Situasi di wilayah-wilayah pendudukan Azerbaijan" tanggal 14 Maret 2008, Resolusi 1416 dari 2005,
Rekomendasi 1669 dari 2009 Majelis Parlemen Dewan Eropa mengkonfirmasikan pendudukan wilayah
Azerbaijan oleh Armenia dan menuntut penarikan segera, tanpa syarat, dan lengkap dengan penarikan
angkatan bersenjata Armenia dari wilayah Azerbaijan.

Namun, tuntutan ini belum dipenuhi oleh pihak Armenia
dan wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional masih berada di bawah pendudukan Armenia.
Selama pendudukan wilayah-wilayah Azerbaijan, pada 25-26 Februari 1992, angkatan bersenjata Armenia
dengan dukungan dari resimen infanteri ke-366 dari bekas Uni Soviet, yang ditempatkan di Khankendi,
melakukan aksi genosida terhadap penduduk kota Khojaly Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh Azerbaijan.
613 orang, termasuk 63 anak-anak, 106 wanita dan 70 lansia terbunuh akibat tindakan genosida tersebut.

Delapan keluarga benar-benar dimusnahkan, 130 anak kehilangan satu orangtua dan 25 anak kehilangan
keduanya. Sebanyak 487 warga sipil menjadi cacat akibat serangan tersebut. 1.275 warga tak berdosa
disandera, sementara nasib 150 orang masih belum diketahui

Semua elemen kejahatan genosida dinyatakan dalam Konvensi Internasional (Resolusi Majelis Umum PBB 96
(I) tanggal 11 Desember 1946 & Konvensi PBB tentang Pencegahan dan Hukuman Kejahatan Genosida yang
diadopsi oleh Resolusi 260 (III) dari Majelis Umum PBB 9 Desember 1948) berlaku untuk apa yang dilakukan
terhadap warga sipil di Khojaly.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735