WARTA | EKONOMI

Digital Marketing Tak Sekedar Iklan Online

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

JAKARTA - Di tengah berkembangnya dunia digital dan internet of things, keberadaan digital marketing menjadi sebuah kebutuhan. Namun, tak banyak orang yang memahami bahwa digital marketing bukan sekedar iklan online.

Robert Hanson, Digital Marketing Coach dari SDFX (Sekolah Dasar Forex) menyebutkan, di era ini, digital marketing semakin berkembang dan kompleks. Jika pada awalnya digital marketing hanya berkutat pada SEM dan SEO, saat ini digital marketing sudah bisa menyasar segementasi konsumen tertentu.

"Seiring dengan berkembangnya internet dan mobile device, maka digital marketing pun lebih bisa menyediakan segmentasi yang lebih kompleks dan akurat. Sebagai contoh, google adwords saat ini sudah bisa menyediakan segmentasi berdasarkan household income. Dimana iklan anda bisa tampil ke orang - orang dengan segmen tertentu yang sesuai dengan target produk," kata Hanson.

Di era maraknya pasar online saat ini, menurut Hanson, seorang marketer harus punya sense terhadap sebuah produk yang mau dipasarkan. Harus bisa menganalisa, kira - kira segmen seperti apa yang mau ditargetkan dan promo apa yang akan disampaikan.

"Ini tidak bisa sekedar diajarkan dan dipraktekkan dalam waktu singkat. Setelah punya jam terbang yang cukup lama, skill ini lama - lama akan terasah. Jadi yang diperlukan untuk mencapai tahap ini adalah ketekunan dan kesabaran," tutur hanson.

Menurut Hanson, secara teknologi, sebenarnya ada perkembangan yang sangat pesat di dalam digital marketing saat ini. Namun, sayangnya, masih banyak masyarakat awam yang belum mengadopsi teknologi ini, karena digital marketing dianggap sebagai sarana pasang iklan saja.

"Selain itu, kebanyakan orang awam yang punya usaha masih mikirnya seputar teknologi lama saja. Seperti SEO, Facebook dan Instagram saja. Mungkin kalau ditanya remarketing / retargeting mereka belum tentu paham," tandas Hanson.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan SDFX saat ini tengah fokus untuk mengajarkan tentang digital marketing yang baik dan benar kepada para peserta didik.

"Lembaga kami akan mengajarkan tentang digital marketing yang baik dan benar. Karena tidak bisa dipungkiri banyak sekali masyarakat yang salah kaprah dengan digital marketing. Jika tidak faham tentang seluk beluk, apalagi strategi dan trik bagaimana mungkin seseorang bisa sukses menjadi praktisi digital marketing. Di lembaga kami SDFX, kami akan ajari dan bimbing para peserta mulai dari dasar hingga mahir dan mampu berjualan," pungkas Hanson.

Padahal, menurut Hanson, sekarang ini banyak sekali perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli dan praktisi di bidang digital marketing. Sayangnya, hanya sedikiti yang memenuhi kualifikasi perusahaan. "Kalaupun ada yang memenuhi kualifikasi, biasanya para praktisi ini memilih untuk menjadi konsultan digital marketing, atau bekerja secara mandiri," ucap dia.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending