WARTA | RAGAM WARTA

Menpar Indonesia yakin menjadi the best halal tourism destination versi GMTI

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta. com-Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka sekaligus menjadikeynote speech pada acara Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference 2019 yang berlangsung di Bidakara Hotel Jakarta, Selasa siang (9/4/2019). Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian penghargaan (mvarding) IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) 2019 kepada 5 destinasi pariwisata halal terbaik dan 5 destinasi pariwisata halal unggulan Indonesia; serta penandatangan MoU antara Kemenpar dengan l7 pemerintah provinsi/kabupaten/ kota.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Indonesia sebagai salah satu negera yang diperhitungkan dalam industri pariwisata halal (halal tourism) dunia. Sebagai pemain global (global player) Indonesia menggunakan standar global (global standard) yang mengadopsi standar global GMTI (Global Muslim Travel Index). “Indonesia tahun ini mentargetkan menjadi ranking pertama sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia. Kita mentargetkan 5 juta wisman muslim atau 25% dari target 20 juta wisman tahun ini,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya mengatakan, Indonesia mempunyai 10 destinasi pariwisata halal unggulan yaitu: Aceh, Sumatera Barat, Riau dan Riau Kepulauan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitamya), dan Nusa Tenggara Barat. Sementara sebagai 10 pasar utama (country origin) halal tourism Indonesia adalah; Malaysia, Singapura, Saudi Arabia, India, Timur Tengah lainnya, Tiongkok, Australia, Eropa lainnya, Perancis, dan Inggris. “Sebagai halal tourist hub, kita fokus di Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok,” kata Arief Yahya.

Menpar menjelaskan, dalam dua tahun ini dalam IMTl telah dilakukan penilaian kinerja 10 destinasi pariwisata halal unggulan yang menunjukkan terjadi peningkatan skor di masing-masing destinasi. Pada IMTI 2018, skor rata-rata sebesar 50, dengan skor tertinggi adalah Lombok dengan skor 58. Sedangkan pada IMTI 2019, terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 55, dengan skor tertinggi adalah Lombok yang mendapatkan skor 70.Menpar Arief Yahya mengatakan, IMTI 2019 kembali menggunakan standar GMTI yang terdiri dari 4 kriteria meliputi:“Access, Communication, Environment, dan Services (ACES).

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735