WARTA | RAGAM WARTA

Industri Hijau Berbasis Pellet Kayu (Wood Pellet) Untuk 2 Juta Lapangan Kerja Baru

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com-Jakarta
Bertempat di Rumah Sandiuno Indonesi (RSI) Collaboration Center Thamrin City Jakarta Pusat , di bulan April ini kembali menggelar diskusi Press Release untuk yang kedua terkait mengenai Harga dan  Lapangan Kerja.pada hari Kamis (11/4) 2019 .

Badan Statistik Nasional mencatat, pengangguran di Indonesia di 2018 mencapai 6,87 juta orang, atau sekitar 5,13% sedangkan di 2014 saat awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), pengangguran di angka 7,2 juta atau 5,94%, berkurang 0,2% per tahun atau total 0,81% sebesar 400 ribu orang.

Sementara, di zaman Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) tahun 2004-2013 pengangguran turun dari 9,86% menjadi 5,92% atau berkurang 3,94% selama 9 tahun, sekitar 0,437% tiap tahun.

Sekretaris Dewan Pakar Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) Ali Sunandar menjelaskan, data tersebut menunjukkan bahwa penurunan pengangguran di pemerintahan Jokowi-JK tidak sebesar di pemerintahan SBY. Oleh karena itu, Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) menilai perlu ada terobosan untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia lebih signifikan yang akan menjadi industri strategis nasional Prabowo-Sandi.

Industri strategis nasional tersebut dilandasi pemenuhan kebutuhan pasar global dari produk dan jasa Indonesia yang bernilai tambah yang salah satunya adalah wood pellet, ujar Ali Sunandar Dewan Pakar (RSI)

Hal itu dikarenakan adanya komitmen dari pasar global untuk penurunan emisi karbon, menurunkan suhu 1,5 derajat Celsius, berdasarkan hasil dari Perjanjian Paris di 2015. Wood pellet memegang peranan penting karena merupakan salah satu bahan bakar terbarukan untuk pembangkit listrik tenaga biomassa.

Ali menjelaskan, lembaga engineering dan konsultan internasional Poyry menyatakan di tahun 2025 kebutuhan wood pellet dunia sebesar 51 juta ton tiap tahunnya dan memerlukan 30 juta per tahun fasilitas produksi baru senilai 7 miliar USD.

Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi superpower produsen wood pellet di dunia, katanya.

Ia mencontohkan, Perum Perhutani mempunyai lebih dari 2,4 juta hektar yang dapat dimanfaatkan menjadi wood pellet, jika 1 hA bisa menghasilkan 50 ton per tahun, maka bisa menghasilkan 120 juta ton per tahun. Jika Indonesia produksi 50% kebutuhan baru wood pellet dunia atau sekitar 15 juta ton per tahun, maka berpotensi melahirkan pekerjaan baru untuk 2 juta orang.

Atau lebih dari 27,7% dari angka pengangguran saat ini, dan hingga 8 juta orang akan meningkat kesejahteraannya, jelasnya.
Ali menilai, industri wood pellet ini memberi manfaat sisi kesehatan emisi karbon dan polusi udara semakin berkurang, sisi pendidikan dengan adanya pendidikan tenaga professional untuk industri wood pellet, sisi sosial dengan kontribusi tanggung jawab sosial lebih besar dari industri wood pellet, dan sisi budaya membangun budaya kerja untuk tujuan yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

Secara geopolitik juga industri ini dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung energi dunia, dan neraca perdagangan kita menjadi lebih positif sehingga meningkatkan kekuatan mata uang rupiah,ungkapnya.

Karenanya, Rumah Sandiuno Indonesia mendorong upaya yang lebih serius dari pemerintah untuk terwujudnya ekosistem bisnis wood pellet yang berkesinambungan dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk rakyat.

Kami tentu akan memberikan saran kepada Prabowo Sandi jika mendapatkan mandat menjadi pemimpin pemerintahan Indonesia untuk menjadikan wood pellet sebagai industri strategis nasional yang diprioritaskan, jelas dia.

Oleh sebab itu, Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) mendorong upaya yang lebih serius dari pemerintah untuk terwujudnya ekosistem bisnis wood pellet yang berkesinambungan dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk rakyat.

Ia menambahkan, langkah nyata yang akan ditempuh antara lain memberikan penugasan kepada BUMN terkait untuk bekerjasama dengan swasta dalam penyediaan lahan, pembiayaan, produksi, kepastian pembelian, dan pemasaran.

RSI juga akan berperan menjadikan pemerintah Prabowo Sandi untuk memudahkan segala perizinan, dan meyakinkan pasar luar negeri melalui KBRI dan KJRI untuk membeli wood pellet dari Indonesia,ujarnya.



Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending