WARTA | EKONOMI

OPENDAY UKM 2019 di Hotel The Media Tower Jakarta

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com-Jakarta
Acara ini diselenggarakan Sabtu( 27/4) oleh NP Education (konsultan perwakilan UKM di Indonesia) bekerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) , Perguruan Tinggi Negeri Ini Tawarkan Beragam Progam Studi Unggulan

Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) secara Internasional dikenal dengan nama Nasional University of Malaysia, didirikan pada 18 Mei 1970. Awalnya universitas ini hanya memiliki 192 siswa, 78 orang staf akademik dan tiga fakultas, yaitu Fakultas Seni, Fakultas Sains, dan Fakultas Studi Islami. Sekarang UKM telah berkembang menjadi 12 fakultas, 13 institut riset, dan 14 pusat studi yang menawarkan program akademik yang bervariasi di bidang musik dan sains.

Assoc. Prof. Dr. Mohammad Faidzul Nadrudin selaku Deputy Director mengatakan UKM merupakan Universitas Penelitian di Malaysia yang menawarkan 73 program studi dengan jumlah mahasiswa sebanyak 480 orang.

Dengan adanya kegiatan promosi ini UKM sendiri sedang giat untuk mendapatkan pelajar-pelajar internasional,ujar Mohammad di sela acara sosialisasi UKM di Jakarta, (27/4).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan promosi tersebut bertujuan untuk bisa mengajak warga Indonesia untuk masuk di perguruan tinggi tersebut.

Acara ini adalah untuk menarik seberapa banyak pelajar yang mau belajar di UKM untuk program studi SI, S2 maupun S3, ” imbuhnya.

Menurut Mohammad, pelajar dari Indonesia sudah sejak dulu banyak yang mengenyam pendidikan tinggi di UKM. Bahkan setelah tamat, banyak almuni yang menjadi staf pengajar di kampus ini sekaligus ikut mengembangkan kualitas perguruan tinggi yang menduduki ranking 184 tingkat dunia ini.

Maksud promosi disini, UKM ingin menjemput para pelajar SI ke Malaysia, untuk mendapatkan pendidikan yang bertaraf dunia, ” katanya.

Selain itu, program studi seperti jurusan Engineering, Bisnis dan IT Komputer ini paling banyak diminati oleh pelajar dari berbagai dunia.

Kampus ini juga memberikan fasilitas kegiatan belajar bagi para mahasiswanya seperti class room, kerja lapangan,
Kami juga menjanjikan proses belajar yang kondusif dengan berbagai kegiatan langsung seperti class room, online, kerja lapangan, dan masih banyak lagi, kami juga menajaminkan keselamatan bahwa kampus kami cukup strategis, ujar Mohammad.

Kampus ini cukup strategis dan mudah untuk jalan aksesnya, misal dari kampus menuju ke Kuala Lumpur cukup menempuh jarak kurang lebih 1 jam 50 menit, sedangkan ke bandara cukup ditempuh hanya 35 menit.

Assoc. Prof. Dr. Edy Herianto selaku staff pengajar di UKM menjelaskan keunggulan kampus ini,

Keunggulannya adalah universitas yang statusnya ario akan diberi dana tambahan dari pemerintah, contohnya, dulu 1 tahun awalnya adalah 120 juta ringgit atau kisaran setengah trilyun untuk di habiskan dalam satu tahun untuk penelitian, sehingga akhirnya dosen-dosen yang mengajar ini memang orang-orang yang pakar dalam bidangnya,ujar Edy.

Selain itu, kata Edy, di Malaysia ada 20 universitas negeri, namun, hanya 5 saja sebagai RU ( Research Universities) salah satunya adalah UKM.

Kampus ini juga memberikan kenyaman fasilitas bagi para mahasiswa yang datang dari berbagai negara, seperti asrama di dalam kampus, lapangan olahraga, gedung perpustakaan dan dibuka dari jam 08.00 pagi hingga jam 22.00 malam. Adapun perpustakaan yang masih melayani hingga 24 jam dengan suasana yang nyaman.

Untuk masuk perguruan tinggi ini, menurut Edy tidak menemukan kesulitan karena kampus ini sudah memakai sistem penerimaan mahasiswa baru.

Padahal sebenarnya di UKM kita tidak ada ujian, kita percaya dengan proses pendidikan yang sudah dibuat selama 3 tahun jadi kita tidak ada lagi namanya ujian kita percaya dengab sisitem itu, syarat khususnya hanya bisa berbahasa inggris dengan nilai tofl tidak boleh di bawah 550 atau ponten dibawah 6.0,katanya.

Menjadi pengajar di kampus ini para dosen diberi kebebasan untuk berkarya, berinovasi bab penelitian serta melaksanakan tugas dengan baik dan targetnya bagaimana kita masuk pada level international, maka kami yang dosen bagaimna hasil penelitian kami mesti masuk top 25 dunia, tutup Edy.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending