WARTA | FILM

Film Kance Cerita 3 Sahabat Sejati Sejak Kecil

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com Setelah lama tertunda,akhirnya Film Kance ini bisa disaksikan oleh masyarakat pecinta film tanah air,produksi film ini memang cukup lama,lantaran kekurangan dana sehingga film ini sempat terhenti produksinya,namun berkat kegigihan dari Rama Deranau sang produser di bawah naungan D’ Ranau Film & Langit Merah Pictures akhirnya film Kance ini bisa diselesaikan dan siap tayang di layar lebar.

“Mengambil judul Kance dengan pertimbangan nama Kance yang berasal dari bahasa Palembang yang artinya sahabat, kalo bahasa jawanya konco ini belum terlalu di kenal dan belum ada judul film sebelumnya sehingga akan membuat masyarakat bertanya tanya,kata Rama Deranau ditemui usai pemutaran film Kance di Pusat Perfilman Kuningan,Jakarta.

“Film ini di produksi sejak tahun 2015, bercerita tentang realita kehidupan masyarakat urban sehari-hari ,masyarakat perantauan yang ingin mengadu kesuksesan di Ibukota Jakarta,sukses merupakan beban bagi kaum urban hingga menghalalkan segala cara agar tetap bertahan hidup”, ujarnya.

Berawal dari persahabatannya sejak kecil 3 orang sahabat asal Palembang yang berjuang di Jakarta dengan karakter yang berbeda- beda. Persahabatan mereka pun diuji dengan kerasnya kehidupan di Jakarta.

Di Film ini lebih mengangkat kehidupan perantau dari Palembang sehingga para pemainnya dituntut untuk bisa memerankan karakter dan logat palembang,Hal ini diakuinya oleh salah satu pemain yang cukup menonjol Tyo Ace Janez berperan sebagai amir,”Ini merupakan sebuah tantangan bagi saya di film ini yang mana sehari-hari saya terbiasa dengan logat Jakarta,’’tuturTyo Ace Janez.


“Memerankan sosok Amir yang harus berlogat palembang cukup berat,selama dua minggu saya mempelajari logat Palembang di workshop,cukup susah juga sih ,karena dibantu oleh produser dan sutradara dan juga kru alhamdulillah jadilah film Kance yang anda sudah saksikan bersama,” ujar Tyo.

Film ini nantinya direncakan akan tayang di Art House CGV Cyberpark Bekasi 18 Februari 2017 mendatang jam 15.00.“Kami adalah pecinta film pembuat film jadi mau untung atau rugi tidak masalah kami senang membuat film dan ini juga sebagai pembelajaran buat kedepannya agar lebih baik lagi ”tutur Rama.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending