WARTA | LIPUTAN KHUSUS

Panglima Institute,Ciptakan Sumber Daya Manusia Yang Ungul Di Bidang Hukum

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Indonesia adalah negara hukum yang senantiasa mengutamakan hukum sebagai landasan dalam seluruh aktivitas negara dan masyarakat. Komitmen Indonesia sebagai negara hukum dinyatakan secara tertulis dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945 hasil amandemen.

Dimanapun juga, sebuah Negara menginginkan Negaranya memiliki penegak- penegak hukum dan hukum yang adil dan tegas dan bukan tebang pilih. Tidak ada sebuah sabotase, diskriminasi dan pengistimewaan dalam menangani setiap kasus hukum baik Pidana atau Perdata.

Kondisi Hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai kritik diarahkan baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum , kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan.

Berkenaan dengan hal tersebut,Hari ini Ketua Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada meresmikan “Penglima Institute” bertempat di Menara Batavia Jl. KH Mas Mansyur Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017).

Dihadapan jajaran pengurus “Panglima Institue”. Aidul Fitriciada mengatakan, harus ada tindak lanjut berkesinambungan kegiatan setelah “Panglima Institute” itu diresmikan. “Insya Allah ini akan memberikan manfaat bagi penegakan hukum di Indoensia,” ujarnya.
Menurut Ketua Dewan Panglima Institute, Sahrin Hamid mengatakan, Panglima Institue merupakan lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk menjadi pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan yang berfokus pada bidang hukum dan bisnis di Indonesia.

“Sehingga akan tercipta sumber daya manusia unggul yang profesional dan kridibel yang turut berkontribusi terwujudnya iklim usaha kondisif serta didukung oleh perangkat hukum yang menjamin kepsatian hukum dalam dunia usaha di Indonesia,” kata Sahrin.

Dalam memperbaiki kualitas proses dan produk kebijakan di negara ini, Penglima Institute juga akan menyelenggarakan pendidikan khusus profesi, kursus, seminar dan kajian akademis baik dalam cakupan terbatas, nasional maupun skala internasional terhadap kebijakan pemerintah, issue terkini dan hal-hal strategis lainnya sebagai benntuk kontribusi Panglima Institute kepada bangsa dan negara,imbuhnya.

“Mulai bulan Juni akan dimulai penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), kemudian Profesi Konsultan Pajak, Pasar modal dan lain-lain,”tuturnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending