WARTA | EKONOMI

Metland Bagi Dividen Kepada Para Pemegang Saham

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com-Jakarta- PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) hari ini, Jumat (19/5) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2016. Laporan tahunan tersebut diterima baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan di RUPST. Direksi dan Dewan Komisaris juga mendapat pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan, sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan untuk tahun buku 2016.

RUPST Metland untuk tahun buku 2016 yang diadakan di Jakarta Ini mencakup lima agenda; persetujuan Laporan Tahunan termasuk pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2016, penetapan penggunaan laba Perseroan tahun buku 2016, penetapan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Tahun Buku 2017, penetapan gaji dan honorarium jajaran Komisaris dan Direksi dan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan.


Tahun buku 2016 Metland memperoleh laba bersih sebesar Rp271,34 miliar. ”Jumlah tersebut meningkat sekitar 26,6% dari tahun lalu. Ditengah perlambatan ekonomi yang masih terjadi, Metland mampu membukukan peningkatan laba," ucap Olivia Surodjo, Finance Director and Corporate Secretary PT Metropolitan Land Tbk, usai RUPST di Jakarta, Jumat (19/5). Laporan tahunan tersebut menyetujui sekitar 15% laba bersih, atau sebesar Rp40,57 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham sebanyak 7.655.126.330 saham atau sebesar Rp5,3 per saham. Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan.


Selain hal di atas, RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2017, serta memberikan wewenang kepada Direksi untuk menetapkan honorarium berikut syarat-syarat penunjukkannya.


Kinerja Usaha 2016,Pada kesempatan yang sama, Thomas J.Angfendy Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk menjelaskan bahwa Metland dapat melalui tahun 2016 dengan hasil yang positif, tercermin dari peningkatan laba sebesar 26,6%.

Nilai aset Perseroan pada tahun 2016, bertumbuh sebesar 8,6%, yaitu mencapai Rp3,93 triliun dari Rp3,62 triliun pada tahun 2015. Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan adalah sebesar 13% dari Rp2,21 triliun di tahun 2015 menjadi Rp2,5 triliun di tahun 2016.

Total nilai pendapatan Perseroan selama tahun 2015 adalah sebesar Rp1,143 triliun, meningkat 5% dibanding pendapatan tahun 2015 yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1,089 triliun. Peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari segmen pusat perbelanjaan dan perhotelan. Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran sebagai berikut: 60% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title, 27% dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan, 9% dari pengoperasian hotel dan 4% dari pengoperasian pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain.

Kegiatan Perseroan di sepanjang 2016 diantaranya, menyelesaikan pembangunan Metropolitan Mall Cileungsi, sebuah pusat perbelanjaan di kawasan residensial Metland Transyogi yang mulai beroperasi pada 5 Mei 2016 untuk melayani kawasan Cileungsi, Jonggol dan Timur Cibubur seiring dengan pesatnya daerah tersebut sebagai daerah pemukiman.

Pada Agustus 2016, Metland melalui anak perusahaan PT Fajarputera Dinasti memulai pembangunan Stasiun Telaga Murni yang berlokasi di dalam kawasan perumahan Metland Cibitung. Metiand Cibitung berpotensi untuk berkembang terkait pembangunan Transit Oriented Development (TOD) ini.

Sementara itu sepanjang 2016 pendapatan Metland dari penjualan proyek residensial berimbang di pasar kelas menengah bawah, menengah hingga kelas menengah atas. "Metland mengalami peningkatan penjualan rumah di kelas menengah atas mulai semester ii 2016,” ungkap Thomas.





Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending