WARTA | NASIONAL

Buku“Building A Ship While Sailing” Road Map Membangun Indonesia

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com- Founder PT Jababeka Tbk SD Darmono kembali meluncurkan buku yang keempatnya yang berjudul, “Building A Ship While Sailing” buku tersebut merupakan potret dirinya bersama Jababeka untuk membangun negara sambil tetap bekerja untuk kemandirian diri sendiri.

“Building A Ship While Sailing merupakan refleksi dan kontribusi dirinya dalam membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Darmono saat peluncuran buku Building A Ship While Sailing, di Menara Batavia, Kamis (8/6/2017).

Acara dihadiri oleh Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U., dan motivator Andrie Wongso, Cosmas Batubara, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata, Senior Editor Kompas Chandra Gautama, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Dino Patijalal, dan Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Budianto Liman serta 100 tamu undangan dari lintas profesi akademisi, pengusaha dan budayawan.

Disela-sela Lounching buku,S.D. Darmono menyampaikan bahwa buku ini menjelaskan visi dirinya dalam membangun negara sambil tetap bekerja untuk kemandirian diri sendiri.Sedangkan,judulnya terinspirasi oleh kata-kata Prof. Emil Salim yang mengatakan bahwa Indonesia membangun negeri seperti membangun kapal sambil berlayar.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Darmono, bahwa buku ini merupakan refleksi dan kontribusinya dalam membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Menurutnya pembangunan ekonomi bukanlah satu-satunya permasalahan di Indonesia.

Prof. Komaruddin Hidayat,mengatakan buku ini adalah suatu refleksi tentang keindonesiaan yang bisa menjadi roadmap untuk menggapai Indonesia sejahtera. Apalagi buku ini diuraikan secara mendalam penuh makna.

Dimana alam pikiran pembaca dibawa menuju rumah Indonesia yang hidup, terang, penuh peluang, dan harapan. Semangat keindonesiaan yang dinyalakan dalam buku ini tidak hanya dalam kesejarahan masa lalu, tapi juga sebagai bangsa besar yang meraih kemerdekaan dengan berdarah-berdarah dan kemudian bangkit melanjutkan perjuangan dengan segala kelebihan dan kekurangan.

Dalam kesempatan yang sama,Mahfud MD menjelaskan bahwa buku ini ditulis dengan narasi yang sangat lancar,lugas tanpa rujukan apapun juga tanpa daftar pustaka dan catatan kaki yang merupakan ritual ilmiah namun isi dari buku tersebut sangat mendalam dan semua hal tersebut berasal dari literatur yang sudah dibaca oleh banyak orang.

Saya melihat Pak Darmono memiliki pandangan yang luas dalam berbagai bidang memahami sejarah-sejarah budaya bangsa sekaligus menunjukkannya sebagai anak bangsa bahwa Indonesia itu bisa.” buku tersebut merupakan napak tilas dari bangsa Indonesia yang dibangun melalui proses selama ribuan tahun, mulai dari zaman purba hingga saat ini,kata Pak Mahfud.

Mahfud mengatakan,ini semacan road map petunjuk langkah- langkah yang praktis dan filosifinya sangat dalam beliau ini percaya adanya tangan tuhan sangat indonesia dan sangat cocok mendasari keseluruhan cara berpikir masyarakat Indonesia.

Terkait buku karya pak Darmono, Andrie Wongso memberikan pandangannya bahwa membangun Indonesia tidak lepas dari menata sikap mental yang disebut membangun manusia unggul. Dia beranggapan bahwa SDM dan SDA yang dimiliki Indonesia merupakan hal yang luar biasa hanya mentalnya saja yang tinggal dibina.

”Nasionalis tidak akan mungkin lepas dari seorang leader, hanya pemimpin yang kuat yang dapat merajut kembali dan menguatkan kembali, Dan bersama-sama kita membangun nasionalis berdasarkan pancasila, kita berlayar dan berbenah berdiri secara terus menerus”ujar Andrie.

Membaca judul buku ini, kesan yang muncul dari Penulis itu dipengaruhi kenyataan bahwa kita tinggal di negara kepulauan. Maka dari itu, Dia mengambil metaforfosa bangsa ini bagaikan kapal besar yang tengah mengarungi samudera nan luas, sementara proyek membangun kapal besar itu belum jadi sebagaimana yang diinginkan oleh pendiri bangsa.







Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending