WARTA | TEKNO

Seperti Apa Sosok Founder Startup yang Ideal

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sudah memasuki tahun keduanya. Setelah resmi dimulai pada Juli 2016 lalu, gerakan yang dinisiasi oleh KIBAR dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini telah berjalan di 10 kota dan dua di antaranya, yaitu Jakarta dan Surabaya, sudah masuk ke gelombang kedua. Akhir pekan ini, giliran Yogyakarta yang akan disambangi oleh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital gelombang kedua.

Di Yogyakarta, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital hadir melalui Innovative Academy, sebuah program inkubasi semi terstruktur yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan diarahkan untuk membentuk perusahaan pemula atau startup business dengan karakter Indonesia berbasis universitas.

Sabtu (26/8) ini, Yogyakarta akan melaksanakan Ignition sebagai tahapan pertama dari rangkaian program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Ignition Yogyakarta akan dilaksanakan di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada. Ignition sendiri bertujuan untuk mendemonstrasikan dan menampilkan berbagai subjek, meningkatkan minat pembelajaran, inspirasi, dan ide untuk memprovokasi inisiatif bersama-sama membangun Indonesia.

Dengan bentuk kegiatan berupa seminar, Ignition Yogyakarta akan menghadirkan beberapa pembicara. Salah satunya adalah jurnalis senior yang kini sedang mengembangkan startup digitalnya ID Talent, Putra Nababan yang akan membawakan sesi bertajuk “Startup Journey”. Di sesi ini ia akan membahas perjalanan dan pengalaman dari seorang startup founder dalam membangun bisnisnya hingga sekarang.

“Pada Ignition Yogyakarta nanti, saya akan bercerita bagaimana founder startup harus merupakan sosok seorang talent, bukan hanya pembuat prototipe dan mengerti teknologi digital,” ujar Founder dan CEO ID Talent, Putra Nababan.

Menurut Putra, mencari talenta-talenta yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau startup sangat dibutuhkan, mengingat bahwa krisis talent sudah ada di depan mata.

“Saya juga akan sharing mengenai kriteria yang harus dimiliki oleh seorang talent yang dibutuhkan di industri saat ini. Saya juga akan menekankan bagaimana kolaborasi itu penting dalam membangun sebuah startup. Membangun networking, sama-sama belajar dari pengalaman dan kesalahan yang sudah dialami untuk mengurangi risiko kegagalan startup. Startup it’s about drive,” jelas Putra lebih lanjut.

Ignition Yogyakarta kali ini akan menghadirkan pembicara-pembicara yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian. Selain pelaku startup, ahli perbankan, akademisi, hingga menteri hadir pada Ignition di Kota Pelajar kali ini.

“Pada dasarnya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah gerakan yang mencoba memperkenalkan paradigma startup di Indonesia sebagai metode menyelesaikan masalah yang out of the box untuk berbagai permasalahan di Indonesia. Sebenarnya permasalahan itu ada di berbagai bidang, maka Gerakan Nasional 1000 Startup Digital juga perlu mendatangkan narasumber dari berbagai bidang yang kenal dengan masalahnya tersebut,” jelas Enda Nasution, Executive Director Gerakan  Nasional 1000 Startup Digital.

Menurut Dr. Supriyadi, M.Sc., Akt., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi UGM, “Keterlibatan dan kontribusi UGM dalam gerakan nasional ini diharapkan dapat mendukung upaya UGM untuk mewujudkan visinya menjadi research university yang mengedepankan semangat socio entrepreneur dengan membentuk mental mahasiswa menjadi wirausahawan muda yang peduli terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat melalui pengembangan startup berbasis digital”.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending