WARTA | HEADLINE

Kanit Lantas Cisauk: Pelebaran & Jalan Layang Solusi Kemacetan

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com - Pembangunan perumahan dan pemukiman di daerah Cisauk, Tangerang yang sangat pesat, namun tidak diimbangi pembangunan jalan yang memadai memicu kemacetan dan penumpukan kendaraan kian parah. Untuk itu, solusinya adalah pelebaran jalan atau pembangunan jalan layang di perlintasan rel kereta.

Selain penambahan volume kendaraan, sumber kemacetan lainnya adalah masih berselewerannya truk-truk pengangkut pasir dan batu dari daerah Suradita menuju Serpong. Jalur yang mengalami kemacetan hanya berjalak sekitar 3 kilometer, namun jarak tempuhnya bisa mencapai 1 hingga 2 jam disaat puncak kemacetan.

Kanit Lantas Polsek Cisauk, Iptu Karana SH mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin demi mengurai kemacetan. Namun, upaya tersebut tidak berdampak signifikan, lantaran jumlah kendaraan yang tidak berimbang dengan lebar jalan.

“Saya mohon kepada pemerintah daerah yang punya jalur, seandainya dibangun jalan layang atau pelebaran jalan itu pasti akan mengurangi kemacetan,” kata Karana saat barbincang dengan Wartajakarta.com di kantornya, Jumat malam (8/9/2017).

Karana menyampaikan, saat ini ada dua titik kemacetan parah, pertama di lokasi pembangunan Pasar Modern BSD. Pasalnya, kata dia, jalur BSD sudah sangat lebar dan bangus, sementara jalan yang pembangunannya menjadi tanggung jawab Pemda belum ada pelebaran sama sekali.

“Akibatnya, kendaraan menumpuk untuk masuk ke jalur jalan Pemda yang masih sama seperti sebelumnya, saat lokasinya masih kebun karet dan belum banyak kendaraan. Dari semenjak lokasi tersebut kebun karet, jalannya masih jalan itu-itu saja,” kata dia.

Sumber kemacetan kedua, sambung dia, yaitu di sekitar rel, terutama saat kereta melintas. Akibat kemacetan ini, banyak kendaraan yang mengalami kesulitan untuk masuk dan keluar dari Stasiun Cisauk.

"Nah, jalur yang ini yang perlu dibangun jalan layang atau underpass," turut dia

Sebelumnya, sekelompok masyarakat Cisauk membuat petisi “Bangun Jalan Underpass di Perlintasan KRL Cisauk”. Petisi tersebut ditujukan untuk mendesak pihak-pihak terkait, seperti Pemkab Tangerang, PT KAI Commuter Jabodetabek ,dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, agar membangun jalan underpass di perlintasan kereta dekat stasiun Cisauk.

Menyikapi petisi tersebut, Karana menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat diharapkan demi menggugah pemerintah. Pasalnya, jalur yang mengalami kemacetan parah tersebut adalah jalur jalan raya provinsi.

“Kami juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk menggugah pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik diperlebar ataupun dibuatkan jembatan layang,” ucap dia.

Penulis: Dihar
Editor: Dihar

Now Trending