WARTA | NASIONAL

Tanggapan H.Syam Resfiadi Terkait Pemberitaan Asphurindo Kubu Magnatis

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Dengan beredarnya pemberitaan serta siaran pers beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh kuasa hukum Asphurindo, Iksan Abdulah dari kubu Magnatis yang menyatakan bahwa berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM yang dikukuhkan oleh putusan PTUN Jakarta,Untuk itu,Syam Resfiadi (Ketua Umum Asphurindo versi Munas II Bogor) menanggapi hal tersebut.

Kepada awak media Minggu 10/09, Syam Resfiadi menyampaikan, "Bahwa saya mengimbau para anggota ASPHURINDO di seluruh Indonesia tetap tenang dan tidak terpengaruh terkait pemberitaan yang menyatakan kubu Magnatis sebagai kepengurusan yang sah, meski pada 31 Agustus 2017 kemarin PTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negata) menolak gugatan kami, namun pihak kami masih melakukan upaya banding hingga proses hukum di PTUN masih berlangsung sehingga putusan yang dikeluarkan pada 31 Agusts 2017 lalu belum memiliki keputusan tetap (inkrah)," ungkap Syam.

Dirinya juga menambahkan, bahwa keputusan akan menjadi tetap apabila tidak ada upaya banding yang diajukan pihak lawan, namun jika proses banding masih ditempuh maka keputusan terakhir ditentukan oleh MA (Mahkamah Agung) dan pihak kami sudah menempuh upaya tersebut pada Jumat (8/9/17) kemarin, pihak kami sudah mendaftarkan upaya banding dengan no register perkara : 073/G/2017/PTUN-JKT ke PTUN Jakarta.

Terkait proses hukum masih berlanjut, roda organisasi ASPHURINDO pun masih dilaksanakan oleh kepengurusan kubu Syam Resfiadi sesuai yang terpilih secara demokratis dalam Musyawarah Nasional II di Bogor pada 9 hingga 11 Januari 2017 lalu.

Syam Resfiadi juga sangat menyayangkan langkah yang dilakukan pihak Magnatis dengan mengirimkan email kepada seluruh anggota yang menyampaikan bahwa kepengurusan mereka merupakan kepengurusan ASPHURINDO yang sah dan menuruntnya, dengan upaya banding yang dilakukan pihaknya sudah menunjukan bahwa proses hukum masih berlanjut dan inkrah. "Saya harap kubu lawan menghormati proses ini" tutup Syam.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending