WARTA | NASIONAL

Wisuda Ke -58 Unindra, Jadikan Modal Awal Untuk Berkiprah Di Masyarakat

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berupa pelaksanaan Wisuda yang ke-58 Tahun Akademik 2016/2017 pada tanggal 11 Oktober 2017 bertempat di Sasano Utomo Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.

Seperti biasanya upacara Wisuda dilaksanakan dengan Sidang Terbuka senat Universitas yang dipimpin langsung Rektor UNINDRA merangkap Senat Universitas, Bapak Prof. Dr. H. Sumaryoto. Mahasiswa yang akan diwisuda terdiri dari 158 mahasíswa Program Pascasarjana dan 874 mahasiswa Program Sarajana .

Program Studi Jumlah Bimbingan dan Konseling 65 Pendidikan Ekonomi 154 Pendidikan Sejarah 15 Pendidikan Matematika 107 Pendidikan Biologi 31 Pendidikan Fisika 13 Teknik Informatika 21 1 Teknik Industri 43 Teknik Arsitektur 6 Pendidikan Bahasa Inggris 159 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia 56 Desain Komunikasi Visual 14 Pendidikan IPS 43 Pendidikan Bahasa Indonesia 25 Pendidikan MIPA 55 Pendidikan Bahasa Iggris 35 Total berjumlah 1032.

"Pada hari ini wisuda ke- 58 Unindra. Ada 1032 yang diwisuda, terdiri dari 874 program S1 dan 158 program S2", jumlah mahasiswa Unindra terus mengalami pelonjakan, dan sejak 2013 telah mencapai 35 ribu, hal tersebut merupakan fenomena yang menggembirakan,disisi lain juga menjadi tantangan berat. kata Rektor Unindra Prof. Dr. sumaryoto dalam sambutannya saat Wisuda ke-58 Unindra di TMII, Jakarta, Rabu (11/10).

"Ini menjadi tantangan kami yang cukup berat terutama berkaitan dengan pengadaan dosen, karena kita terikat dengan peraturan pemerintah tentang rasio dosen. Dosen Unindra memang sebagian besar dosen yunior, dosen yang baru direkrut, masih pemula. Masih sedikit dosen senior, apalagi bergelar guru besar/ profesor",imbuhnya.

Namun dengan usaha keras yang tidak kenal lelah, maka setahap demi setahap, dosen dosen Unindra sudah mencapai status profesional. "Sudah menjadi dosen yang terakreditasi, punya kompetensi untuk mengajar",ujarnya.

“Unindra juga tidak hanya bergulat dengan masalah internal tapi juga berupaya memberikan kontribusi kepada pihak lain. "Dalam waktu dekat ini, Unindra dalam program abdimas, tengah memperjuangkan nasib kawasan hutan lindung di kabupaten Kubu Selatan. Ini suatu bukti bahwa Unindra tidak hanya berfikir tentang dirinya, tapi juga peduli dengan masyarakat dan lingkungan",lanjutnya.

Kepada calon wisudawan, Sumaryoto berpesan, gelar sarjana dan magister hendaknya dapat menjadi modal awal untuk berkiprah ditengah masyarakat. "Karenanya tetaplah optimis, tidak perlu was -was atau nervous menghadapi kondisi saat ini. Bisa jadi pengusaha karena selama kuliah sudah dibekali kewirausahaan.

Kepala Kelembagaan & Sistem Informasi Kopertis Wilayah III DKI Jakarta, Budi Heri Pancasilawan SH juga mengatakan, saat ini pendidikan tinggi Indonesia masih berjuang mengejar ketertinggalan terutama dalam menghasilkan riset dan karya inovatif.

Untuk itu, wisudawan agar tidak berpuas diri, dan terus mengembangkan pengetahuan, dan berkarya mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh di kampus untuk kepentingan masyarakat", ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Sekertaris YPLP PGRI Pusat, Dr. Muhir Subagja MM,mengatakan,"Sarana prasarana Unindra yang relatif lengkap hendaknya diikuti dengan karya karya kegiatan akademik yang maju, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dan kepada para wisudawan, kembangkan ilmu yang sudah diraih.

“Dengan usaha keras tidak kenal lelah kami akan berusaha mencapai status nasional dosen yang mencapai legalitas kita harus betul-betul bersiap diri secara matang karena kita harus memberikan laporan akademik secara berkala Unindra juga tidak berkutat dengan internal tapi juga berusaha bekerja sama dengan pihak lain,Unindra sampai saat ini sudah berada di tingkat ke 32 dari seluruh universitas di Indonesia,tutup Bapak Prof. Dr. H. Sumaryoto.(Kas)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending