WARTA | TEKNO

ICO Cara Efektif Bagi Startup Mendapatkan Modal

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Blocktech.co.id adalah perusahaan teknologi Blockchain terkemuka di Indonesia akan memperluas jaringan bisnisnya dengan menjadi tuan rumah acara ICO Internasional pertama di Indonesia, yang menampilkan para pembicara dari NYC. Eropa, China dan Singapura.

Disamping itu,Blocktech.co.id juga akan meluncurkan Sebastian Quinn Watson sebagai mitra strategis. Bergabung dengan mitra saat ini dari Indonesia, Australia, Kanada dan Korea. Dengan tim pengalaman dan infrastruktur yang tak tertandingi, Blocktech.co.id bertujuan untuk membantu industri Blockchain and Cryptocunency Indonesia mencapai standar global.

Sebastian Quinn Watson adalah partner di Blockchain Global dan memimpin penasihat CO. Dia telah mendukung dan memberi saran tentang sejumlah ICO yang sukses dan terkemuka di pasar.

Steven Suhadi, CO Founder Blocktech.co.id,beberapa waktu lalu mengatakan, “Dengan sistem pencatatan transaksi yang demikian, terdistribusi dan terikat dalam rantai blok yang terenkripsi, membuat platform ini sangat aman. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan yang luar biasa, untuk bisa meretas sistem ini. Hambatan pertama ada pada blok transaksi yang terenkripsi. Untuk bisa meretas satu transaksi, berarti harus juga meretas blok transaksi sebelum dan sesudahnya.

“Platform blockchain ini memberikan tingkat keamanan yang luar biasa tinggi hingga ke level hampir mustahil diretas. Tapi disisi lain, semakin banyak transaksi yang terjadi, akan membutuhkan kemamuan dan sumberdaya komputasi yang semakin besar pula,” ujar Steven.

Untuk menjamin tidak ada uang yang hilang, maka semua transaksi perpindahan uang dicatat dalam sebuah buku besar (general ledger). Setiap institusi keuangan pasti memiliki buku besar yang akan memastikan bahwa jumlah uang keluar masuk tercatat dengan benar.
Dalam platform pembayaran digital, seperti paypal, yang melibatkan sejumlah institusi keuangan berbeda, maka sang perantaralah yang bertanggung jawab untuk mencatat setiap transaksi yang dilewatkan.

Dengan sistem ini, maka hanya ada ‘satu’ buku besar yang dikelola oleh penyedia platform, sebagai rujukan tunggal oleh pihak-pihak yang bertransaksi. Hal ini selain menjadi kekuatan, juga menjadi ‘single point of failure’, semua transaksi yang terjadi, harus diumumkan untuk diverifikasi oleh seluruh komputer pemegang buku besar itu sebelum dinyatakan sah.

Transaksi yang sudah diverifikasi, diletakkan dalam blok-blok terenkripsi, yang ‘dirantai’ secara permanen dengan blok transaksi sebelum dan sesudahnya. Itu kenapa platform ini disebut dengan Blockchain.


“Pengelolaan kontrak-kontrak legal sangat mungkin nantinya di kelola secara elektronik dengan platform ini, untuk mengurangi fungsi notariat. Identifikasi digital juga sangat mungkin dikelola secara aman dengan platform blockchain ini,imbunya.


ICO merupakan kependekan dari Initial Coin Offering yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan Penawaran Koin Perdana. ICO dapat juga kita analogikan dengan IPO dalam perdagangan saham.

ICO merupakan salah satu cara bagi perusahaan baru (startup) untuk mendapatkan bantuan dana dari publik. ICO merupakan cara yang efektif bagi startup untuk mendapatkan modal dengan meninggalkan cara lama (melakukan permohonan kredit pada pemodal besar dan bank) dan menawarkan penggalangan dana kepada publik.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending