WARTA | RAGAM WARTA

Albert dan Sheline Terpilih Sebagai Hakka Ako dan Amoi Tingkat Kota Bandung Th 2017

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com-Bandung

Rangkaian Kegiatan Pemilihan Hakka Ako Amoi  tingkat Kota Bandung 2017 yang diinisiasi oleh Hakka Youth kembali dimulai. Para finalis yang terpilih ini diajak berkeliling menyapa masyarakat Bandung dengan menaiki Bandros pada Sabtu, 14 Oktober 2017. 

Segala rangkaian jelang Malam Final di awal November harus mereka ikuti.
Hakka Ako Amoi Bandung diikuti oleh muda-mudi Tionghoa dengan Suku Hakka yang mengikuti karantina selama beberapa hari. Dalam proses karantina tersebut, mereka diberikan pembekalan seputar pengetahuan tentang budaya Hakka, pelatihan kepercayaan diri, cara berhias diri, sampai dengan berbicara di depan umum.

Ketua penyelenggara Hakka Ako Amoi Bandung, Arianto Setiawan mengutarakan “Acara ini adalah wadah untuk menampung aspirasi dari generasi muda untuk menyalurkan talentanya. Kami berhadap acara ini akan terus berlangsung dan menjadi budaya di masa yang akan datang,k ami berharap, pemuda Hakka terpilih juga dapat membantu komunitasnya dalam melestarikan budayanya, serta menjaga kekayaan Budaya,ujar Arianto kepada WartaJakarta.com.



Kontes Hakka Ako Amoi Bandung digelar sejak 2016. Menurut Ketua Hakka Youth, Yulius Koy, tujuannya adalah untuk melestarikan budaya etnis Tionghoa dari kelompok Hakka atau Khe. Mereka berupaya mengajak generasi muda untuk mengenal tradisi dan budaya nenek moyangnya. Peserta juga diajak mengenal sejarah dan akulturasi budaya antara Tionghoa dengan Sunda di Kota Bandung.

Dan Setelah mengkuti Semua kegiatan ya dilalui,akhirnya tibalah Malam Puncak Grand Final Haka Ako Amoi Kota Bandung  digelar pada tanggal 1 November 2017 bertempat di Gedung Yayasan Harapan Kasih Kompleks Mekar Wangi Bandung.

Grand final Hakka Ako Amoi Bandung 2017 digelar sangat meriah. Ratusan pendukung dan undangan datang dalam acara itu. Hadir tokoh Bandung sekaligus anggota DPR RI Popong Otje Djundjunan, jajaran pejabat dari Pemkot Bandung, serta sejumlah tokoh Hakka Bandung. Perancang adibusana Harry Ibrahim bahkan tampil sebagai salah seorang juri .

Sementara itu, Popong Otje Djundjunan atau akrab disapa Ceu Popong, juga berpesan agar budaya tetap dipelihara dan dilestarikan. Sebagai orang Jawa Barat, kata dia,  diharapkan mereka dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan sekitarnya.

"Memelihara budaya adalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Ajang ini merupakan salah satu bentuk agar generasi muda tidak lupa dengan budayanya," kata Ceu Popong. Ia meminta agar semua perbedaan budaya ini menjadi sebuah kekuatan dalam persatuan bangsa Indonesia ,dan setelah semua para finalis menyelesaikan penampilan ,  akhirnya juri bersepakat untuk menetapkan Albert (26) dan Sheline (21) merupakan peserta yang dinilai dewan juri sebagai yang terbaik dari 33 peserta yang telah diseleksi panitia. Terdapat tiga poin penilaian saat pemilihan itu yakni penampilan (appearance), kepercayaan diri (confidence), dan inteligensi (intellegence).

Albert Riyandi Wibisana yang menjadi Ako (bujang) tahun ini adalah lulusan SBM ITB. Selain menjadi Hakka Ako Bandung 2017, jejaka yang mahir berpiano ini juga dinobatkan sebagai Hakka Ako Inteligensia karena kepintarannya.
Sementara Sheline Yunike Duwina yang menjadi Amoi (gadis) adalah mahasiswi psikologi Universitas Kristen Maranatha. Ia merupakan atlet basket, Duta Maranatha 2016, sekaligus Top 20 Icon Fashion World Indonesia 2011.

Albert dan Sheline akan menjadi perwakilan Bandung untuk mengikuti kontes Hakka Ako Amoi tingkat nasional di Jakarta tahun depan. Mereka yang lolos di tingkat nasional juga akan mengikuti ajang serupa tingkat internasional di Tiongkok.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending