WARTA | EKONOMI

APVI Siap Kerjasama Dengan Pemerintah Terkait Regulasi Vape

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com- Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mendukung pemerintah yang akan meregulasi vape atau rokok elektrik di indonesia.Dengan harapan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah nantinya tidak akan memberatkan kelangsungan hidup industri vape.


APVI meminta kepada pemerintah untuk pengenaan tarif cukai cairan (liquid) rokok elektrik/ vape yang ideal 20 % persen mulai 1 Juli 2018 mendatang. Mereka  menilai dengan penetapan cukai 57 persen sangat memberatkan para pelaku bisnis vape.
“Angka dibawah 57% mungkin masih bisa diterima,hal ini lantaran umur industri ini masih muda dan butuh dukungan, sehingga industri tetap dapat berkembang baik dan bukan menjadi resiko kelangsungan  industri,” kata Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Adrianto dalam event Jakarta Vape Project, Minggu (3/12/2017).

Lebih lanjut dijelaskannya, Ini semua dapat diraih de ngan sinergi yang baik dengan pemerintah ,pengusaha dan pengguna dalam merumuskan aturan yang akan ditetapkan.Terkait dengan kesehatan ia juga menjelaskan bahwa terdapat dalam hasil penelitian yang dinyatakan oleh Public Health of England (PHE) yang menyatakan bahwa Vape 95 % lebih aman dan sehat dibandingkan rokok yang dibakar. Vape yang mengandung nikotin berlebih di dalam tubuh, sisanya akan habis dikeluarkan dari tubuh lewat urin dan keringat.

Asumsi bahwa liquid vape mengandung zat kimia berbahaya, ternyata juga sebuah kekeliruan. Liquid vaping dibuat dengan bahan dasar Propelyne Glycol (PG) mayoritas bahan obat dan makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari / food grade dan Vegetable Glycerin (VG) terbuat dari bahan dasar kelapa sawit.

“ Perasa yang digunakan  vape merupakan esens atau perasa yang dibuat dari ekstrak buah dan hasil alam perkebunan kita. Sebut saja kentang, terong, bunga matahari, tembakau dan lainnya,” ujarnya

Terkait dengan penyalahgunaan vape seperti narkoba,jika ada anggota kami yang melakukan itu,kami dari APVI akan menindak tegas bahkan kami sendiri yang akan laporkan ke polisi dan BNN bila diketahui ada cairan berbahan narkoba,” ujarnya

Sementara itu Kepala Humas APVI Romedal mengatakan, dari segi keuangan vape akan menjadi industri kreatif yang mensupport hasil perkebunan dari semua lini. Terhitung estimasi jumlah pedagang vape di Indonesia mencapai 3.500 penjual.

“3500 ini apabila kita asumsikan memiliki masing-masing 3 orang pekerja saja maka sudah membuat 10.000 lapangan pekerjaan baru. Selain itu penjualan liquid ini memicu potensi omset Indonesia mencapai 4-5 triliun pertahun,”ujarnya.

APVI juga siap berdampingan dengan penerintah melengkapi kebutuhan pemerintah terkait dalam hal data- data dan mekanisme pembuatan aturan yang nantinya diharapkan akan menjadi sebuah solusi tepat bagi situasi industri vape saat ini"tutupnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending