WARTA | NASIONAL

Kemenaker Sosialiasi K3 KE Produsen Elevator dan Eskalator

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Masih seringnya terjadi kecelakaan kerja terkait dengan lift, eskalator,untuk itu pemilik perusahaan, pengelola serta pemilik gedung agar melakukan pemeriksaan ulang terhadap lift, eskalator, dan gondola di lingkungan kerjanya. Hal itu bertujuan untuk menjamin keselamatan para penggunanya.

“Pemeriksaan dan pengujian terhadap sarana proteksi kebakaran, eskalator dan pesawat lift harus dilakukan secara rutin guna memastikan tempat kerja dalam kondisi aman dan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) benar-benar terwujud di setiap tempat di seluruh tanah air,”kata Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja RI, Herman Prakoso di Jakarta.
“Semakin maraknya pembangunan apartremen, dengan lift-lift yang rawan terjadi kecelakaan maka pemilik atau pengelola bangunan wajib memberikan pelatihan kepada operator,’’imbuhnya.

Asosiasi Produsen dan Pemborong Lift –Eskalator Indonesia (APPLE Indonesia) mengatakan hampir tiap tahun kebutuhan produk elevator dan escalator mencapai 5.000 unit. Kendati pasar terbuka lebar Indonesia masih bergantung pada impor hal ini dampak dari tingginya biaya eknonomi seperti logistik, biaya energi yakni listrik dan gas, tenaga kerja dan lainnya.

“Aturan di bidang perdagangan terkait dengan kerjasama luar negeri banyak memberikan kebebasan (Free Trade) sementara disisi perindustrian justru belum cukup banyak stimulasi. Dampaknya barang impor diuntungkan disbanding barang produksi di dalam negeri,” pungkasnya

“Kejadian kecelakaan kerja seperti itu menggugah kesadaran kita semua akan pentingnya K3. Oleh karenanya, diperlukan langkah-langkah mengoptimalkan pelaksanaan K3, khususnya keselamatan instalasi pesawat lift dan eskalator serta peningkatan kemampuan SDM di bidang pesawat lift dan eskalator untuk memberikan jaminan keselamatan bagi penggunanya," kata Hanif.

Dia mengatakan, pelaksanaan persyaratan K3 secara teknis perlu dipahami dan diaplikasikan secara total pada setiap sarana produksi termasuk sarana penunjang produksi, seperti contoh pada pesawat lift dan eskalator yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Penggunaan lift dan eskalator sebagai salah satu sarana transportasi vertikal memerlukan pengawasan penerapan K3 yang ketat serta harus ditata secara matang, mulai dari masa perencanaan, pemasangan, pemakaian dan pemeliharaan.

Menaker sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3 di lapangan. Mulai dari unsur pemerintah, pemerintah daerah, lembaga masyarakat dan dunia industri berkewajiban untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing untuk terus menerus melakukan berbagai upaya di bidang K3.

“Apabila K3 terlaksana dengan baik, maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan. Selain itu risiko dan biaya-biaya akibat terjadinya kasus-kasus tersebut dapat dihindari sehingga dapat tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat dan tercipta produktivitas,”

Ditegaskan, berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pelaksanaan kegiatan K3 tidak hanya ditujukan pada tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja agar terjamin keselamatannya. Namun, juga bagaimana dapat mengendalikan risiko terhadap peralatan, aset dan sumber produksi sehingga dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending