WARTA | TOKOH

Kartini Jaman Now: Melalui Seni & Wirausaha Mengubah Dunia

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Dunia semakin tanpa batas. Generasi kini tidak cukup menjadi warga Indonesia namun perlu mempersiapkan diri menjadi warga global. Tidak hanya berdampak pada bangsa Indonesia, namun mampu berdampak bagi dunia.

Kyla Christie, pemrakarsa misi dan program, "Sing to Build Indonesia" di usia 10 tahun, ketika hatinya perih menyaksikan tayangan korban bencanan tsunami di Mentawai yang menghanyutkan orang tua, anak-anak, rumah tinggal dan semua yang dimiliki, ditambah bersamaan waktu meletusnya gunung Merapi yang abu vulkaniknya menimpa para korban. Kyla bertanya pada ibunya, "Mama rumah mereka hanyut, dimana mereka akan tinggal?"

Kyla, yang lebih dahulu bernyanyi daripada memanggil ibu, daripada hanyut dalam kesedihan dan kekuatiran, Kyla memutuskan untuk melakukan sesuatu mempergunakan bakat bernyanyinya untuk mengumpulkan dana membangun kembali rumah tinggal, rumah jahit, rumah buku, rumah seni, rumah nyanyi untuk korban tsunami. Program Sing to Build Indonesia berkolaborasi dengan Mentawai Summit, Habitat for Humanity Indonesia, dan kemudian diadopsi oleh Habitat for Humanity United Kingdom, berdampingan dengan program musisi Elton John.

Setelah 10 kali (sesuai umurnya saat itu) melakukan Sing-a-thon bernyanyi, Sing to Build Indonesia berkembang menjadi Sing to Build the World. Sampai sekarang Kyla sudah pernah tampil untuk World Bank Confrence, Give Back UNICEF, termasuk dua kali bernyanyi dan tampil spontan bernyanyi di panggung David Foster Concert.

Membawa Indonesa Juara di Pentas Dunia : World Championshps of Performing Art
Tidak tangung-tangung, di usia 14 tahun, Kyla sekali berkompetisi, langsung memilih pentas dunia, beradu kepiawaian bernyanyi di World Chanpionships of Performing Art yang merupakan semacam olimpiade bagi para seniman pentas seni di Long Beach California, yang sebelumnya selama 17 tahun diadakan di Hollywood Amerika Serikat. Kyla berhasil menggondol pulang 7 penghargaan, di antaranya 5 medali emas di bidang bernyanyi vokal solo, termasuk diantaranya Industry Award yang merupakan penghargaan bergengsi dari para pelaku industri musik dan performing art dunia.

Salah satu yang membuat Kyla bahagia dan bangga adalah sewaktu bernyanyi sambil memainkan sasando (alat music asal NTT) serta berhasil meraih mendali emas untuk kategori sulit bernyanyi sambil memainkan alat musik melawan konstestan dunia lainnya yang bermain dengan piano, gitar dan alat musik internasional lain. "ingin memperkenalkan Sasando Indonesia ke pentas dunia. Dari Indonesia ada lho alat musik yang unik, indah dilihat dan didengar. Bersyukur setelah melewati tantangan yang luar biasa, berhasil meraih juara medali emas. Waktu bermain, juri hening dan hikmat sekali, alat musik kita sungguh menggugah hati dan membuat kagum dunia".

Kyla selalu percaya, bila kita mau berlatih dan berusaha kita pun dapat berprestasi di skala dunia dan dapat berkontribusi dalam seni dunia dan hal lainnya. Sasando yang dibuat dari daun lontar dan bambu mampu menjadi daya tarik bagi pencinta dan juri musik dunia. Hal ini yang kemudian menginpirasi Kyla untuk menciptakan alat musik dari bambu yang merupakan alat musik eco friendly dan dapat turut melestarikan alam yang Kyla beri nama "Ethesque" yang berarti "beauty beyond this world"

Jakarta Youth for Performimg Arts (JYPA)
Sekembalinya ke Indonesia, sebagai ujud give-backnya kepada tanah air, Kyla berkolaborasi (co-founding) bersama sahabatnya memprakarsai dan mendirikan Jakarta Youth for Performing Arts yang menjadi wadah bagi kawula muda yang berminat serta berbakat untuk bereksplorasi, berekspresi, berlatih, dan berkarya untuk menghasilkan pertunjukan seni yang berbobot dan semakin mendekati standar pertunjukan dunia. Melalui wadah ini banyak pemuda dan pemudi merasakan manfaat dan indahnya mampu menulis naskah, melatih, bernyanyi dan berakting, berkarya, bekerja keras dan bekerjasma untuk menghasilkan pertunjukan seni yang sukses menghibur.

Kyla berpikir entrepreneurhip diperlukan oleh semua manusia dan di semua aspek dan bidang. Itulah sebabnya, ada baiknya entrepreneur bisa dipelajari sejak bahkan dari preschool supaya mendarah daging. Karena pada jaman now ini, untuk mengungguli robot dan teknologi kita perlu selangkah lebih maju, bisa memberi nilai tambah, bisa memberi nilai pada barang yang walau awalnya tidak dihargai menjadi sangat berharga, melalui kreatvitas dan seni. Kyla percaya Indonesia dengan penduduk 262 juta dan 14.572 pulau , 719 bahasa etnis dan "warga" facebook no.2 terbesar di dunia, memiliki 4 unicorn dan memiliki banyak peluang yang belum dikembangkan optimal. Indonesia memiliki banyak talent dan perlu menciptakan banyak lapangan kerja oleh karenanya perlu ketrampilan entrepreneur yang tinggi dan dikombinasikan dengan kreativitas dan seni, Kyla percaya Indonesa akan melejit di kancah global. Kita akan mampu menghasilkan karya, memberi nilai tambah serta membuka lapangan kerja bagi warga Indonesia bahkan dunia. Ini alasan Kyla memilih melamar ke jurusan entrepreneur di sekolah entrepreneur terbaik di dunia,

Presidential Scholarship Babson College, Universitas Entrepreneur Nomor 1 selama 21 tahun berturut-turut.

Prestasi akademis, karya bagi komunitas, semangat kepemimpinan dan entrepreunerial Kyla mendapat apresiasi berupa Presidential Scholarship dari Babson College, yang merupakaan universitas terbaik di bidang social entrepreneurship versi CNN Money dan majalah Forbes, dan universitas no 1 di bidang entrepreneur beturut-turut selama 21 tahun menurut US News & World Report mengungguli universitas lainnya di Amerika.

Kyla juga diundang untuk mengikuti Presidential Scholar Weekend di Babson College, Boston, Amerika bersama penerima Presidential Scholar dari berbagai negara lainnya. Melalui weekend ini peserta akan merasakan bagaimana metode pengajaran entrepreneurships di Babson dan berinteraksi dengan mahasiswa berprestasi negara lainnya. Dalam kesempatan tersebut melalui Weissman Scholarship akan juga dipilih 4 proyek entrepreneur dari belahan dunia mana saja yang akan dilakukan oleh penerima beasiswa yang akan dimentor dan didanai oleh Babson.

GLOBAL YOUTH LEADERS inspirasi Entrepreneur bagi Millennial
Semoga ilmu kewirausahaan dan entrepreneur yang dipelajari Kyla kelak dapat diterapkan dalam usaha Kyla agar dapat berdampak bagi kesejahateraan bangsa Indonesia dan dunia global. Kyla, penerima ASEAN Asia South East Nation Pioneer Mentor & Entrepreneurships Award pun dapat memberikan give back dengan turut mengembangkan dan mementor usaha generasi muda Indonesia. Melalui network GLOBAL YOUTH LEADERS yang sedang Kyla bentuk dan rencana Youth Lead Summit membangkitkan semangat entrepreneur dan memperkaya pengetahuan entrepreneur, artpreneur dan creativepreneur generasi Youth millennial, dan juga untuk memperoleh insiprasi dan mentorships dari entrepreneur yang sudah terbukti sukses.

Kyla Christie, Kartini muda jaman Now yang memikirkan bagaimana dapat makin berdaya dan berkemampuan ? Bagaimana mencari dan memilih pendidikan dan membuka jaringan role model yang dibutuhkan jaman sekarang. Bagaimana upaya entrepreneur berpadu dengan kreativitas dan seni dapat melahirkan banyak wirausaha, start up dan unicorn baru yang membawa bisnis dan talenta Indonesia semakin berdampak dan mengglobal.

Penulis: Dihar
Editor: Dihar

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735