Connect with us

Nasional

Yayasan Visi Maha Karya (VMK) Berburu Berkah Ramadhan Bagikan Kaki Palsu

Wartajakarta.com-Bulan Ramadhan,dijadikan momen yang baik untuk berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu. Banyak masyarakat berbondong-bondong membagikan rezeki maupun mengajak untuk berbuka bersama. Menyantuni anak yatim piatu dan anak disabilitas di bulan Ramadhan ini sudah menjadi kegiatan rutin untuk bisa saling berbagi dan menebar kebahagiaan serta keberkahan di bulan yang suci ini.

Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Visi Maha Karya (VMK) dengan menggelar donasi untuk para Disabilitas,dan anak -anak yatim piatu. Kegiatan ini  menghadirkan puluhan para penerima manfaat serta para donatur, merupakan puncak dari kegiatannyang bertemakan Berburu Berkah Ramadhan, dari beragam acara yang dimulai pada awal bulan Ramadhan.

Menurut Ketua Yayasan VMK Salis Maulana ditemui tim media pada Sabtu 30/4/2022 mengatakan, berkah Ramadan merupakan kegiatan rutin dari VMK dengan memberikan kaki palsu, sekarang ada penambahan khusus, yakni kita memberikan motor roda tiga kepada para disabilitas tuna daksa yang tidak mampu untuk berusaha,”tutur Maulana.

Selain itu,dalam acara yang sama  pihaknya juga memberikan Alquran braille untuk mereka yang disabilitas tunanetra. Bagi tunanetra yang sulit membaca Alquran, saat ini mereka bisa membaca Alquran dengan Alquran braille. “Alhamdulillah kita bisa membantu sekitar 200 kitab Alquran braille gratis secara cuma-cuma,” ungkapnya.

Sebenarnya kegiatan VMK berawal dari memberikan kaki palsu. Yang mana, bantuan dari para donatur pun sangat positif yakni bagaimana ingin memberikan kaki palsu kepada disabilitas tuna daksa. “Ini menjadi special, karena donaturnya dari anak-anak karena kita datang ke sekolahan, berdongeng ke anak-anak memberikan edukasi dan anak-anak memberikan donasi lewat edukasi dongeng tersebut. Sehingga dari uang yang Rp1.000 itu bisa berubah menjadi kaki palsu karena dilakukan secara bersama-sama dengan penuh keihklasan” imbuhnya.

Untuk Ramadhan tahun  ini, kami memberikan 15 unit kaki palsu 2000 paket santunan Yatim dan kado lebaran 15000 paket buka puasa dan 200 paket Al Quran Braill , selain memberikan donasi berupa kaki palsu dan santunan, para disabilitas dan penerima manfaat ini bisa bekerja di perusahaan-perusahaan. Pihaknya memiliki program untuk pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan perusahaan.

“Alhamdulillah kami sudah menjajaki ke beberapa perusahaan dari BUMN mengenai lowongan pekerjaan bagi disabilitas. Saat audiensi kita mencoba input, apa yang diharapkan dari perusahaan. Dari inputan ini kami sedang mengolah dan disampaikan kepada disabilitas tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi. Maka dari audiensi itu muncul ada langkah kecil untuk melakukan pra kerja kepada disabilitas sehingga ketertinggalan mereka dari segi pendidikan dan kemampuan bisa dikejar melalui pelatihan tersebut,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Head of CSR VMK Rizki Fauzan menjelaskan, VMK juga memberikan bantuan kepada masyarakat luas terutama dari kalangan yatim dan dhuafa, diantaranya paket berbuka puasa 2000  paket yang tersalurkan di enam kota yaitu di Jakarta, Bandung, Jogja, Jambi, Surabaya dan Padang.

“Kemudian kami juga menyalurkan bantuan yang membutuhkan Alquran Braille, Iqro dan Boneka Hafidz. Lokasi penyalurannya sendiri yakni di Purwoharjo, Gunung Kidul, Logandeng, Kantor Yayasan Visi Maha Karya Jakarta dan kantor Hafidz cabang Jogjakarta,”jelasnya.

“Pada kesempatan kali ini juga, kami berhasil mendapat kepercayaan dari dua korporat yang akhirnya menyumbangkan motor roda tiga 3, sebanyak 3 unit motor, untuk 3 orang tuna daksa yang berhak menerima bantuan tersebut untuk bantuan dan modal usaha,” imbuhnya.

’’Berburu berkah Ramadan tahun 2022 merupakan tahun yang ke-10. Yang mana sejak tahun 2012, donasi yang didapatkan dari dukungan kepercayaan masyarakat luas dan korporasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. “Kalau sebelum-sebelumnya kami lebih fokus kepada penerima manfaat di kisaran Jabodetabek, Tangsel dan Banten, tetapi saat ini kita juga sudah ke Jogjakarta dan beberapa kota di Indonesia,”kata Rizki.

‘’Kegiatan yang kami lakukan untuk membantu para penerima manfaat, yang mana masalah-masalah sosial yang nyata harus dihadapi dan ditangani bersama dan perlu kepedulian dari berbagai pihak untuk bisa menangani permasalahan ini. “Tidak hanya pada pemenuhan alat bantu gerak mereka atau motorik mereka berupa kaki palsu palsu atau tangan palsu, tetapi bagaimana setelah itu ada sistem atau pemberdayaan atau sustainability,sehingga masa depan mereka bisa lebih bermanfaat, itu yang sedang kami rancang,”tutup Rizki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional