Connect with us

Nasional

Denny JA:Kepercayaan Pada Takhayul Tetap Bertahan di Dunia Modern

Wartajakarta.com-Banyak kepercayaan pada takhayul masih bertahan di dunia modern. Di Amerika Serikat, misalnya, 41 persen penduduk meyakini adanya intervensi alam gaib, 36 persen meyakini reinkarnasi, dan 26 persen meyakini astrologi. Itu menurut survei Pew Research Center (2018).

Hal itu diungkapkan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, dalam Webinar di Jakarta, Kamis malam (19/5). Webinar bertema “Rasionalisasi dan Mitologi” itu menghadirkan narasumber Dokter Ryu Hasan, pakar neurosains. Pemandu diskusi adalah Amelia Fitriani dan Anick HT.

Denny menyatakan, segmentasi yang meyakini takhayul atau klenik di AS rata-rata 47 persen. Takhayul adalah keyakinan yang bertentangan atau belum didukung oleh ilmu pengetahuan, tentang keterlibatan alam gaib yang mempengaruhi hukum alam atau hukum sosial.

Denny menambahkan beberapa contoh lain. Di seluruh dunia, 80 persen hotel tidak mencantumkan lantai 13. Yang ada, dari lantai 12 langsung ke 14. Ini sejenis takhayul, tetapi sampai hari ini tetap diyakini, bahkan di kota-kota besar dunia.

Contoh lain, dalam desain bangunan juga banyak memperhitungkan aspek feng shui. Feng shui adalah seni bangunan agar bangunan itu selaras dengan alam dan membawa keberuntungan.

Ada lagi kisah ilmuwan besar Nikola tesla, yang memiliki obsesi pada angka 3 dan kelipatannya 6 dan 9. Setiap menginap di hotel, Tesla menuntut nomor kamarnya harus memiliki kaitan dengan angka 3. Kalau mengetuk pintu, Tesla juga selalu mengetuk 3 kali atau kelipatan 3.

Denny mengatakan, ada dua model berpikir manusia. Pertama, yang analitis. Dan kedua, yang intuitif, yakni terbuka pada hal-hal di luar ilmu pengetahuan. Ini salah satu penyebab mengapa takhayul tetap bertahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional