Connect with us

Nasional

FUREC, Standarisasi Kemasan Plastik Daur Ulang Yang Ramah Lingkungan

Wartajakarta.com- Bayangkan berat 3 juta ekor gajah – itulah gambaran banyaknya sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia setiap tahunnya. Tepatnya,Indonesia menghasilkan 9 juta ton sampah plastik setiap tahun dan angka tersebut terus meningkat. Bahkan, sampah plastik menyumbangkan sebesar 14% dari total keseluruhan sampah di Indonesia, membuat Indonesia sebagai negara kedua terbesar penghasil sampah plastik di dunia.

Tisa Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP),mengatakan bahwa tingkat daur ulang sampah plastik di Indonesia masih sangat rendah,hanya berada pada angka 9-10%. Sebagian besar sampah plastik berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, dan sisanya berakhir di ekosistem seperti lautan. Jika permasalahan ini tidak segera ditangani, maka diprediksi tahun 2050 jumlah sampah plastik di lautan akan lebih banyak daripada ikan yang hidup di dalamnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, FUREC (Fully Recyclable) dicanangkan sebagai standar kemasan plastik nasional yang ramah lingkungan. Formulasi plastik FUREC dikembangkan melalui kolaborasi dengan beberapa pelaku industri daur ulang, sehingga terciptalah kemasan plastik ramah lingkungan dengan tingkat daur ulang mencapai 90%.Dengan dukungan dari pemerintah terhadap standarisasi FUREC, diharapkan sampah plastik dapat ditekan hingga menjadi dibawah 1 juta ton per tahun.

Standarisasi kemasan FUREC juga akan semakin mendukung target pemerintah untuk dapat meningkatkan pengolahan suatu produk yang sudah tidak terpakai dan hanya menjadi sampah (no-value)untuk disulap oleh industri daur ulang sebagai produk rumah tangga (value-added product).

Sebagai salah satu produsen kemasan plastik nasional, Primapack mulai memproduksi kemasan plastik yang sesuai dengan standar FUREC. Primapack memahami bahwa polusi sampah plastik merupakan tantangan yang harus diselesaikan secara menyeluruh ditambah dengan dukungan dan partisipasi dari semua pihak terhadap target pemerintah untuk
mengurangi sampah plastik.
Namun, Primapack juga memahami bahwa kemasan plastik merupakan kemasan yang paling diminati oleh para pelaku usaha. Oleh karena itu, Primapack memproduksi variasi kemasan plastik dengan menggunakan standar FUREC sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Selain Primapack, standarisasi kemasan FUREC juga sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan lain, salah satunya Toko Kemasan Kita. Di samping itu, FUREC juga bekerjasama dengan food innovation dan knowledge hub pertama di Indonesia, Accelerice untuk mengedukasi para pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia agar mereka menyadari pentingnya memilih dan menggunakan kemasan plastik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

Mengganti kemasan plastik yang tidak ramah lingkungan menjadi kemasan plastik yang dapat didaur ulang sesuai dengan standar FUREC, merupakan langkah awal untuk mengatasi menumpuknya sampah plastik di Indonesia.

Selain itu, kemasan plastik berlogo FUREC juga akan memudahkan pengepul untuk mengidentifikasi dan memilah sampah plastik yang dapat didaur ulang.

“Disamping menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan, menggunakan kemasan plastik
berstandar FUREC juga dapat menggerakkan roda perekonomian, dimana dapat menciptakan lapangan kerja di bidang industri daur ulang, yang diperkirakan dapat menyerap 528 ribu orang tenaga kerja. Dengan standar FUREC, sampah plastik dapat didaur ulang menjadi produk-produk rumah tangga seperti kursi, gantungan baju, ember,dan produk lainnya yang dapat dijual kembali ke masyarakat. Ini dapat menjadi solusi yang telah lama kita tunggu untuk mengatasi masalah sampah plastik Indonesia yang begitubesar,” ucap Kris Widjaja, Pencetus Konsep, FUREC.

“Kami mengajak semua perusahaan penghasil plastik untuk bersama-sama mengatasi polusi sampah plastik di Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi polemik sampah plastik di Indonesia dan kami sungguh-sungguh mempertimbangkan FUREC
menjadi standar nasional kemasan plastik. Jika kita lihat gambaran besarnya, menggunakan kemasan plastik yang ramah lingkungan bukan hanya membantu lingkungan kita, tapi juga dapat membantu mendorong perekonomian kita dalam jangka panjang,” ucap Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional