Connect with us

Nasional

Inamarine 2019 Hadirkan Industri Teknologi Perkapalan Kelas Dunia

Wartajakarta.com-Indonesia mulai melirik kembali asas cabotage untuk industri kapal nasional. Asas cabotage ini
menjelaskan bahwa kegiatan angkutan Iaut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan Iaut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh Awak Kapal berkewarganegaraan Indonesia. Tidak hanya itu, kapal asing dilarang mengangkut penumpang/barang antar pulau atau antar pelabuhan di wilayah perairan di Indonesia.

Menurut |NSA (Indonesia National Shipowner Association), per tahun 2017 lalu jumlah armada kapal di Indonesia telah mencapal 24.046 unit melonjak dari jumlah 6.041 unit pada tahun 2005 yang terdiri dari armada angkutan Iaut pelayaran dan angkutan Iaut khusus. Secara total kapasitas angkut pada tahun 2005 sebesar 5,67 juta GT melonjak pada tahun 2016 sebesar 38,7 juta GT.

Dengan adanya peningkatan armada nasional, kebijakan ini tentunya berdampak positif bagi ekonomi nasional khususnya di sektor pelayaran dan sektor terkait Iainnya. Belum lagi, pelayaran nasional telah mampu melayani distribusi angkutan kargo domestic dari Sabang hingga Merauke.

Ditambah lagi, industri maritime menjadi target berikutnya dalam mewujudkan Revolusi industri 4.0 di Indonesia. Beberapa sektor di lindustri maritime (sektor pelabuhan, logistic maupun pelayaran) telah menggunakan sistem lnaportnet untuk menerapkan industri 4.0. Inaportnet adalah portal elektronis untuk memfasilitasi pertukaran data dan informasi Iayanan kepelabuhan yang terintegrasi dengan instansi pemerintah.

Dengan adanya asas cabotage dan revolusi 4.0 ini, dliharapkan rindustri maritime Indonesia akan menjadi sektor penunjang paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi Negara. Melihat peluang ini, GEM Indonesia kembali menggelar pameran internasional di bidang perkapalan dan offshore , INAMARINE 2019.

Pameran ini diselenggarakan bersamaan dengan INAWELDING (berfokus kepada alat pengelasan kapal), INACOATING (berfokus pada pengecatan kapal) dan PORT&TERMINAL (berfokus kepada teknologi terbaru untuk peiabuhan). Pameran ini diharapkan dapat mendukung plogldm Maritim yang dicanangkan pemerintah dengan menghadirkan teknologi terkini dibidang perkapalan seperti shipbuilding, lepas panta hingga tingkat keamanan untuk kapal dan pelabuhan.

Tidak hanya itu, GEM Indonesia menghadirkan konferensi internasional untuk mengedukasi dan memberikan pandangan terbaru dalam teknologi industri perkapalan. INDONESIA MARITIME FORUM akan mengusung tema “The Challenges & Opportunies of Maritime (Industry 4.0”.

Terkait ‘INAMARINE 2019’, Direktur PT Global Expo Management Baki Lee mengatakan, Dengan adanya pameran ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi pelaku usaha industri perkapalan untuk menunjukkan produk-produk terbaru. Juga inovasi teknologi yang telah dilakukan.

“Pameran ini juga diharapkan dapat mendukung program Maritim yang dicanangkan pemerintah dengan menghadirkan teknologi terkini di bidang perkapalan seperti shipbuilding, lepas pantai hingga tingkat keamanan untuk kapal dan pelabuhan,” kata dia, Rabu (28/8).

“Dengan adanya peningkatan armada nasional, kebijakan ini tentunya berdampak positif bagi ekonomi nasional khususnya di sektor pelayaran dan sektor terkait lainnya. Belum lagi, pelayaran nasional telah mampu melayani distribusi angkutan kargo domestic dari Sabang hingga Merauke,”tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional