Connect with us

Nasional

Kekerasan Seksual di Pesantren Tema Diskusi Satupena

Wartajakarta.com-Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, akan mengadakan diskusi tentang kasus-kasus kekerasan seksual, yang mewarnai atau terjadi dalam lingkungan pesantren. Kasus-kasus ini harus menjadi agenda penting untuk dibicarakan dan menjadi perhatian.

Obrolan Hati Pena #49 itu akan diadakan di Jakarta pada Kamis, 4 Agustus 2022, pukul 19.00-21.00 WIB. Sebagai narasumber adalah Yuniyanti Chuzaifah, pegiat HAM perempuan/alumni pesantren. Pemandu diskusi adalah Anick HT dan Elza Peldi Taher.

Menurut panitia webinar, dalam perjalanan bangsa Indonesia, pesantren memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pesantren identik dengan pendidikan Islam, yang memberi basis moral penting dalam berkehidupan.

Karakter pendidikan pesantren juga memberi basis yang kuat bagi corak keislaman Indonesia, yang moderat dan adaptif terhadap tata Kelola negara yang demokratis.

Itulah sebabnya, munculnya kasus-kasus kekerasan seksual di pesantren ini terasa mengejutkan.

Akhir 2021, publik Indonesia untuk kesekian kalinya dikagetkan dengan terkuaknya kasus pemerkosaan 13 santri Pesantren Madani Boarding School, desa Cibiru, Bandung.

Setelah proses banding dari jaksa/penuntut umum, Hakim Pengadilan Tinggi Bandung menghukum terdakwa dengan pidana mati, dan juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian atau restitusi senilai lebih dari Rp300 juta.

Belum hilang keterkejutan publik, muncul kasus baru. Yakni, kasus pencabulan 5 santri yang diduga dilakukan oleh Mas Bechi, putra kiai Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jombang, Jawa Timur yang dramatis.

Dua kasus ini hanyalah contoh dari kasus-kasus lain yang terungkap, yang dilakukan oleh guru pesantren, atau di lingkungan pesantren.

Webinar ini bisa diikuti di link zoom: https:// s.id/hatipena49. Juga melalui livestreaming, Youtube Channel: Hati Pena TV. Facebook Channel: Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena. Disediakan sertifikat bagi yang membutuhkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional