Connect with us

Ragam

“KFUGES & MC” Wadah Para Usahawan Ilmuan dan Praktisi Yang Mencintai Kebumian dan Kelautan

WartaJakarta.com-Jakarta

Forum Usahawan Geo Science, Equipment, Service and Mine Consulting (KFUGES & MC), berharap bisa terlibat dalam program swasta dan pemerintah untuk proyek perencanaan strategis nasional dan eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA), khususnya pada sektor sarana dan prasarana maupun investasi perusahaan nasional dan Asing, terutama yang bergerak di bidang Industri Kebumian dan Kelautan.

Menurut Sekretaris Jenderal FUGES & MC, Ivan ade Sofiyan dan juga Direktur P’T. Mandala Geoteknika Mandiri, dengan adanya wadah dari forum ini, pihaknya bisa berkontribusi dalam pembinaan masa depan bagi generasi muda di Indonesia yang mencintai bidang eksplorasi dan investigasi keteknikan,

“Sehingga bisa menumbuh kan minat sekaligus menyenangi dan mencintai geo science,’ ujar Ivan.

 


Forum Usahawan Geo Science, Equipment, Service and Mine Consulting (FUGES & MC) sebagai wadah tempat berkumpulnya para Usahawan, Ilmuwan dan Praktisi yang dikomandani para insan profesional yang mencintai Kebumian dan Kelautan, mengingatkan kepada pemerintah dan unsur terkait, dalam melakukan eksplorasi dan penambangan Sumber Daya Alam (SDA), untuk memperhatikan yang berkaitan dengan prosedur Geologi Science.

“Dalam eksplorasi dan penambangan SDA ada tahapannya, yaitu penelitian, dilakukan survei, kemudian layak apa tidak untuk ditambang SDA, apakah menganggu lingkungan, sehingga keselamatan bumi Indonesia tetap terjaga,” kata Presiden FUGES & MC, Dr Marhaban Sigalingging kepada WartaJakarta di Jakarta, Jumat (25/12/20).

Menurut Marhaban Sigalingging, pekerjaan eksplorasi dan penambangan SDA, membutuhkan ketelitian dan keahlian yang berkaitan dengan Geologi dan Geofisika dan pekerjaan tersebut hanya bisa dilakukan oleh profesional dibidangnya.

“Kegiatan eksplorasi dan penambangan SDA butuh knowledge Geo Science yang mumpuni, jangan hanya mengambil SDA nya saja.

Tentu ada cara menambang yang benar, dengan aturan yang ada. Maka itu, untuk bisa ditambang atau tidaknya SDA, pengerjaan proyek SDA ini, harus punya konsultan seperti kita ini yang tahu betul berkaitan Geo Science,” ujar Marhaban yang juga menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bekasi ini.

Dasar – dasar keilmuan Geo Science ini lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk eksplorasi dan penambangan SDA, supaya bumi dan laut negara ini bisa selamat dua ribu tahun lagi.

Dibentuknya FUGES & MC kata Marhaban, pada Oktober 2020 ini, khususnya untuk pembinaan mental dan akhlak, sehingga bisa berkarakter ke Ummatan dan khususnya pembinaan masa depan generasi muda untuk Literasi menimbulkan minat, menyenangi dan mencintai Geo Science, baik yang sedang belajar atau kuliah (mahasiswa) dan akan menekuni (profesional), sehingga bisa berkontribusi kepada Negara dibidang Kebumian dan Kelautan,
menemukan dan memanfaatkan kekayaan Nusantara yang begitu kaya, baik di darat maupun di laut, khususnya sektor Pertambangan dan sektor Konstruksi yang layak pakai serta terhindar dari ancaman bencana gempa dan tsunami.

FUGES & MC adalah Komunitas yang profesional dalam berbisnis dengan keahlian masing-masing. Saat ini menurutnya, kolaborasi itu perlu, demi kesatuan dan persatuan, berkarya untuk Indonesia.

Marhaban menambahkan, Pemerintah dinilai masih menjelekkan kemampuan orang Indonesia berkaitan eksplorasi dan penambangan SDA.

“Pemerintah tolong kasih ke anak bangsa untuk berkarya untuk kekayaan SDA bangsa ini, jangan dikasih investor asing. kalau kami tidak punya modal tolonglah dibantu, seperti biaya eksplorasi itu saat ini ditangani oleh perusahaan, dulu sempat disubsidi oleh pemerintah, seperti eksplorasi emas dan batubara sekian ratus atau ribu hektar, dibutuhkan dana ratusan miliar, rupiah,” ujar Marhaban.

Pemerintah tambahnya, dinilai membatasi perusahaan swasta nasional untuk melakukan proyek penambangan skala besar. “Jika sudah proyek ratusan miliar rupiah bolehlah masuk BUMN, tapi jika proyek – proyek dibawah ratusan miliar kasihlah kesempatan perusahaan swasta nasional,” kata Dewan Penasehat MUI ini.

Orang asing ini dinilainya hanya orientasi bisnis untuk melakukan pembangunan SDA, terkesan tidak ada moral dan akhlak dengan tidak memperhatikan prosedur Geo Science.

Padahal negara ini dibangun oleh nenek moyang untuk anak cucu kita.

“Seperti membuat jalan tol, sebelum dibuat tol itu seharusnya ada dulu survei, melihat dulu aspek geologi dan Geofisika nya, jangan tanya dulu orang asing, tanya kepada kami yang ahli dalam Geo Science.

Makanya ada kejadian meledak ketika dibor, jalan tol baru dibangun sudah rubuh,” kata Marhaban.

Karena menurutnya, pekerjaan ini membutuhkan ketelitian dan keahlian. “Geo Science (ilmu bumi) harus kuliah dulu. Maka anak – anak agar mencintai Geo science ini kita sebagai orang tua harus membuktikan bahwa kita bisa bekerja.

Disamping itu, FUGES & MC meminta ada regulasi dunia perbankan memberikan kesempatan bagaimana membiayai tambang untuk perusahaan swasta nasional yang bergerak di eksplorasi dan pertambangan
“Dunia tambang batubara pernah booming, tapi perbankan tidak pernah merekrut orang-orang Geo Science, jadi bagaimana mau memodali.

Tidak pernah perbankan memodali tambang, untuk itu, kami akan mengundang pihak perbankan, bahwa untuk eksplorasi itu, biayanya sangat besar,” ungkap dosen Universitas Muhammadiyah ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Ragam