Connect with us

Hiburan

“Ku Tak Percaya Kamu Mati” Film Tentang Anak Berbakti Dan Hormat Pada Ibuknya

Wartajakarta.com-PT.Tentrem Sembilan Film mempersembahkan film dengan judul “Ku Tak Percaya Kamu Mati”.Cerita dari film ini penuh edukasi bagaimana seorang anak sangat berbakti dan hormat pada ibuknya,serta merawat ibuknya dengan tulus dan penuh kasih.

Film “Ku Tak Percaya Kamu Mati” berawal dari bencana gempa Yogyakarta pada tahun 2006 menjadi latar belakang lahirnya film Ku Tak Percaya Kamu Mati yang akan rilis pada 10 Oktober 2019 mendatang.

Film yang disutradarai oleh Wimbadi JP ini bercerita tentang Bagong yang jadi korban tabrak lari diperankan Raditya Evandra.Kinasih (Kinaryosih), budenya yang merawatnya sejak kecil karena ibunya (Farah Maudina) depresi akibat lelaki yang menghamilinya, minggat.Ibunya yang lumpuh tak tau kalau anaknya sudah meninggal.Fantar (WS Agantaran), adalah teman Bagong yang tidak percaya kalau Bagong mati hingga dianggap gila oleh teman sekelasnya.Keyakinan itu yang membuat arwah Bagong kembali ke alam nyata.Dua sahabat beda alam ini berjalan kembali seperti biasa.Bagong kembali merawat ibunya.

Film ini diperankan oleh:Raditya Evandra(sebagai Bagong),Kinaryosih(Asih),Farah Maudina(Riskan ibu Bagong),Deddy Sutomo(kyai),Niniek L Karim(Bu Cahya tetangga Asih),Pritt Timothy(Pak Keling),WS Agantaran(Fantar),Daniel Rizky(Hartok),Renie Arumsari(Titin,istri Hartok),Shafa Jambo(Nindy),Guendho Sinubo N(Adik Fantar),Suminten(Mbok Prenjak),Sasadara sasi sakanti(Naura),Agung R Kanvas(Pimpinan produksi),Kukuh Riyadi(kordinator produksi),Wimbadi(Sudradara),R.Condro Sedjati(Produser),Sandrasari Rusilawati(Produser Eksekutif).

Dalam film ini selanjutnya dua sahabat ini mencari si penabrak.Karena Ku Tak Percaya Kamu Mati terinspirasi dari kejadian nyata yang dialami sendiri oleh Wimbadi JP pasca gempa Jogja, yakni ketika dirinya berbincang dengan tetangganya di halaman yang sudah tua.

Saat bertemu dengan cucu si tetangga, Wimbadi pun bercerita bahwa dirinya tadi bertemu dengan nenek si anak tersebut.Cucunya tidak percaya, karena nenaknya ternyata sudah meninggal menjadi korban gempa Yogyakarta.

Saat itu, Wimbadi kaget sampai berani bersumpah bahwa dirinya baru saja berbincang dengan si nenek hingga dua jam lamanya.Film ini tanyang 10 Oktober 2019.(slamet)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hiburan