Connect with us

Ekonomi

Pembenahan Regulasi Kelautan, Tingkatkan Minat Investor

Chandra Motik, Pakar Hukum Kemaritiman, sekaligus Ketua Umum Women Maritime Indonesia (WIMA INA) – (kanan)

JAKARTA – Selain membenahi regulasi, pemerintah juga diharapkan dapat menekan jumlah pelanggaran hukum di laut untuk meningkatkan minat investor terhadap sektor kemaritiman di Indonesia.

Demikian disampaikan Chandra Motik, Pakar Hukum Kemaritiman Indonesia, sekaligus Ketua Umum Women Maritime Indonesia (WIMA INA) saat dijumpai di lokasi Indonesia Maritime Expo (IME) di JIExpo, Jumat, 18 Oktober 2019.

Menurut Chandra Motik, minat investor asing terhadap sektor kemaritiman di Indonesia sebetulnya cukup tinggi, namun image buruk sektor kelautan Indonesia di mata internasional akhirnya menjadi penghambat.

“Padahal, ini potensi pemasukan devisa cukup tinggi. Bayangkan saja, banyak kapal dagang yang lebih memilih berlabuh di Singapura dibanding di Indonesia. Seperti kita tahu, biaya sandar di pelabuhan di Singapura jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Selain itu, dari segi lokasi, posisi Indonesia juga sangat strategis. Namun, mereka lebih memilih Singapura, karena ada kepastian hukum dan keamanan,” tutur Chandra Motik.

Chandra Motik berharap para perempuan dalam industri maritim bisa bersinergi dan saling mendukung satu sama lain.”Saya harap, dengan kita di WIMA kita bisa bersatu agar tak mudah dipecah belah. Kita harus saling mendukung, sehingga WIMA dikenal sebagai organisasi wanita tempat berkumpulnya seluruh profesi yang penuh kasih sayang dalam rangka membuat Indonesia sebagai negara maritim,” kata Chandra Motik.

Menurut Chandra Motik, Indonesia saat ini belum menjadi negara maritim, namun masih menuju negara maritim, karena tulang punggung dari Indonesia masih belum di bidang maritim. “Di pemerintahan yang akan datang, keinginan agar Indonesia sebagai negara maritim semoga bisa diwujudkan. Itu semua tidak akan berhasil kalau kita semua tidak mendukung,” katanya kemudian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi