Connect with us

Nasional

PERAYAAN SATU ABAD NU-DIYAQINI DIHADIRI OLEH MUASIS DALAM PANDANGAN SPIRITUAL AHLUSSUNAH WALJAMA’AH

Wartajakarta.com- Saya meyaqini umur satu abad Nahdlatul Ulama bertepatan dengan tujuh Pebruari dua ribu dua puluhan tiga Miladiyah bertepatan dengan enam belas Rajab seribu Empat Ratus Empat puluhan empat Hijriyah umur yang penuh sejarah dan memiliki pengalaman panjang dalam perjuangan keagamaan dan kebangsaan karna melalui semua rezim Negeri ini, Orde lama, orde baru dan orde reformasi.

Perayaan resepsi satu Abad Nahdlatul ulama dan haul jamak para Muasis, para pendahulu dan pejuang Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia, bagi kami warga Nahdlatul ulama bukan upacara serimonial belaka namun upacara sepritual yang penuh kekhusukan sebagai upaya bertadhim kepada para Muasis agar generasi Nahdlatul ulama bisa mengambil pelajaran bagaimana Akhlak para Muasis yang penuh ketulusan dalam berjuang.

Kodisi dan realitas sejarah perjuangan Muasis untuk Nahdlatul ulama serta bangsa yang Tampa pamrih inilah kami haqqul Yaqin Rasulullah, Muasis, pendahulu Nahdlatul ulama dan para wali Allah hadir karena acaranya di sertakan Bacaan Al-Qur’an, Sholawat atas Nabi Muhammad Saw dan zikir-zikir sebagai thoriqoh agar terhubung lebih dekat kepada Allah.SWT.

Sehingga penting bagi generasi penerus Risalah Nahdlatul Ulama merenung, bekerja keras untuk mengisi abad kedua karna kesuksesan hari ini sama sekali bukan kerja kita melainkan kerja Muasis dan pendahulu kita yang dengan susah payah dengan penuh cobaan dan ritangan pada masa lalu .

Kemudian agar lebih khikmad dalam dalam rangka do,a bersama resepsi satu abad Nahdlatul ulama ini mari kita nawaitukan, kita hadir semata-mata karna Allah SWT agar memperoleh keberkahan sebagai mana perjuangan para Muasis yang tidak ada kepentingan apapun kecuali untuk berhikmad kepada Umat dan bangsa .

“Untuk mengakhiri tulusan ini penulis ingin menyampaikan ungkapan bijak yang menarik kita renungkan “Barang siapa yang tidak bisa mengukir karya dan sejarah maka yaqinlah dia pasti akan dilupakan” Oleh karna itu mari kita berdo,a seraya mengucapkan selamat satu abad Nahdlatul ulama yang kita cintai. Kemudian dengan bertekad kita akan berkarya,bekerja keras untuk mengisi abad kedua seperti apa yang dilakukan oleh Muasis dan pendahulu kita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Nasional