Connect with us

Ekonomi

Pulih Lebih Cepat CMNP, Berhasil Meraup Pendapatan 3,1 Triliun Rupiah

Wartajakarta.com- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berhasil menjaga optimisme pemulihan kinerja keuangan, hal ini terlihat dari proyeksi pendapatan pada tahun 2022 yang meningkat menjadi Rp 3,12 Triliun dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 2,20 Triliun. Peningkatan total pendapatan dipengaruhi peningkatan voume lalu lintas pada sejumlah ruas tol yang tergabung dalam CMNP Group, yang secara konsisten dan signifikan mengalami kenaikan sejak tahun 2020, serta penyesuaian tarif tol yang terjadi pada beberapa ruas jalan tol yang dikelola oleh CMNP Group.

“CMNP berhasil mencetak pendapatan tol yang signifikan di tahun 2022 yaitu sebesar Rp 3,12 Triliun. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan dimana CMNP Group berhasil pulih lebih cepat dari yang kita prediksi sebelumnya,” ucap Hasyim selaku Direktur CMNP dalam Public Expose yang digelar di Gedung Citra Marga Jakarta.

Peningkatan lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan tol CMNP Group dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti pelonggaran kebijakan terkait mobilitas masyarakat di masa pandemi oleh pemerintah, serta peningkatan jaringan jalan tol yang saling terkoneksi.

“Pelonggaran kebijakan oleh pemerintah terkait mobilitas masyarakat berdampak besar pada peningkatan volume lalu lintas di ruas tol CMNP Group. Sehingga mempengaruhi total pendapatan, selain itu pendapatan dari sisi lain (non-tol) juga meningkat,” tambah Hasyim.

Selain pendapatan tol, Perseroan juga berhasil mencetak laba usaha menjadi Rp 1,38 Triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 987 Triliun. Laba Kotor juga mengalami peningkatan menjadi Rp 1,49 Triliun serta peningkatan Laba Bersih menjadi sebesar Rp 1,10 Triliun. Hal tersebut berhasil dicapai Perseroan sebagai upaya responsif dalam menghadapi masa Pandemi di tahun 2020.

Kinerja positif Perseroan juga terlihat dari EBITDA yang mengalami kenaikan, dalam EBITDA Konsolidasi peningkatan terjadi di tahun 2022 sebesar Rp 1,48 Triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,10 Triliun. Sedangkan EBITDA Tol Perseroan tahun ini mengalami peningkatan sebesar 79% yaitu sebesar Rp 1,35 Triliun dari tahun 2021 sebesar Rp 1,03 Triliun. EBITDA Non Tol Perseroan juga berhasil mengalami kenaikan menjadi Rp 136 juta.

Total aset turut mengalami kenaikan sebesar Rp 7,6 Triliun menjadi Rp 23,12 Triliun dari tahun sebelumnya. Optimisme peningkatan Total Aset pada tahun 2023 menjadi Rp 30,14 Triliun merupakan bagian dari rencana penambahan modal dalam pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dan progres pembangunan proyek-proyek yang sedang diselesaikan oleh Perseroan.

Sedangkan peningkatan signifikan Ekuitas terjadi akibat meningkatnya performa Perseroan selama tahun 2022, serta setoran modal minoritas pada anak usaha PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sebagai operator jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Percepatan pembangunan Tol Cisumdawu menjadi prioritas pemerintah untuk dapat segera terselesaikan sesuai target. Tol yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) pemerintah ini difungsikan selama libur Natal dan Tahun Baru 2023. Keberadaan Tol Cisumdawu dapat mempersingkat waktu tempuh bagi pengendara dari Bandung menuju ke Cirebon dan Trans Jawa.

“Uji Laik Fungsi (ULF) Tol Cisumdawu Seksi 2 dan 3 telah dilakukan oleh Ditjen Bina Marga bersama BPJT pada November lalu, dan mulai hari ini Kamis, tanggal 15 Desember 2022 dioperasikan secara fungsional dalam mendukung kelancaran libur nataru,” ungkap Djoko Sapto M.Mulyo selaku Direktur CMNP.

Sedangkan proyek pengembangan Tol Ir Wiyoto Wiyono MSc Harbour Road II (HBR II) saat ini sedang berjalan, pekerjaan borpile telah dilaksanakan di sepanjang Jalan R.E Martadinata, Ancol, Jakarta Utara. Tol dengan nilai investasi Rp 15,85 Triliun ini memiliki panjang 8,95 km, yang terdiri dari tiga (3) lajur dan total on/off ramp sebanyak tiga buah. Rencananya Tol HBR II dapat beroperasi pada tahun 2024 dengan masa konsensi hingga tahun 2060.

“Saat ini kontraktor telah melakukan test pit untuk memastikan pekerjaan fondasi yang aman dan terjamin, serta melaksanakan pekerjaan borpile di Jalan R.E. Martadinata terkait dengan pembangunan Tol HBR II,” tambah Djoko.

Selain itu Perseroan melalui PT Citra Waspphutowa selaku operator jalan Tol Depok-Antasari (Desari) juga berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Tol Desari Seksi 3 Sawangan-Bojongede sepanjang 9,50 km serta Seksi 4 Bojongede-Salabenda sepanjang 6,40 km. Tol Desari juga direncanakan akan terkoneksi dengan Krukut Junction, yang nantinya akan menghasilkan jaringan jalan tol yang terintegrasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Ekonomi