WartaJakarta.com-Jakarta
Chathaulos, brand fashion yang dikenal akan keanggunan busana tradisional Batak, mempersembahkan fashion show tunggalnya yang bertemakan “Transformation” di Wedding Batak Exhibition 2024. Pertunjukan ini menampilkan koleksi busana yang memadukan kekayaan tradisi Batak dengan sentuhan modernitas yang elegan.

Tema “Transformation” menggambarkan perubahan dan perkembangan dalam dunia fashion, di mana Chathaulos berhasil menginterpretasikan warisan budaya ke dalam desain yang relevan dengan tren masa kini. Kain tradisional Batak, seperti ulos, diolah dengan teknik kontemporer, menciptakan busana yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga sarat makna.

Fashion show ini mencuri perhatian para pengunjung dan menjadi salah satu sorotan utama dalam acara, menunjukkan bagaimana nilai-nilai tradisional dapat terus berkembang tanpa kehilangan esensi aslinya. Melalui koleksi ini, Chathaulos ingin menyampaikan bahwa warisan budaya dapat terus bertransformasi seiring dengan perubahan zaman.

Martha Simanjuntak, founder dan desainer dari Chathaulos, menampilkan 10 koleksi terbaiknya dengan padu padan ornamen ornamen di setiap koleksinya.

Martha Simanjuntak menjelaskan setiap motif ulos yang ditampilkan dalam koleksi memiliki kisah tersendiri tentang transformasi, terutama yang terjadi dalam masyarakat Batak.
“Setiap ulos yang kami tampilkan bercerita tentang perubahan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam perkembangan budaya Batak itu sendiri. Kami ingin menunjukkan bahwa ulos dapat menjadi simbol budaya yang tetap relevan di masa kini, bahkan mampu tampil futuristik dengan perpaduan tradisi dan inovasi yang menyeluruh,” ungkapnya.
Melalui fashion show Transformation, Chathaulos menghadirkan ulos syang tidak hanya berakar kuat pada budaya, tetapi juga bisa menjadi karya mode yang modern dan penuh gaya.
“Kami ingin membawa pesan bahwa ulos tetap bisa menjadi sesuatu yang relevan di zaman sekarang, tanpa melupakan akar budayanya. Ini adalah semangat untuk terus bangga pada warisan kita sambil melangkah ke masa depan,” tambah Martha.
Peragaan busana ini juga menjadi momen spesial bagi Martha, karena tahun ini bertepatan dengan perayaan lima tahun berdirinya Chathaulos dan 25 tahun pernikahannya.
Martha menegaskan bahwa perjalanannya menjadi seorang desainer bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kecintaannya pada Indonesia, khususnya budaya Batak. “Mengapa saya menjadi desainer? Karena saya percaya tidak ada yang kebetulan. Ini adalah panggilan saya, untuk membawa ulos ke dalam konteks yang lebih luas.
“Harapannya, karya kami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan terus menginspirasi banyak orang.”Ujar Martha kepada WartaJakarta, Sabtu( 7/9) 2024 di Smesco Hall Convention Jakarta.