Wartajakarta.com- Komunitas Bale Buku Jakarta bersama Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) VI, dengan dukungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi DKI Jakarta, menggelar Festival Literasi Rusun Jakarta sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem literasi di lingkungan rumah susun.
Kegiatan ini berlangsung di Rumah Susun KM 2, Jakarta, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari anak-anak hingga orang tua. Festival ini menjadi simbol gerakan literasi yang menjangkau komunitas akar rumput, sekaligus menjawab tantangan generasi muda di era digital yang penuh distraksi.
“Di tengah derasnya arus digital dan rendahnya minat baca, komunitas seperti Bale Buku Jakarta menjadi jembatan penting untuk menanamkan kembali budaya literasi, dimulai dari ruang-ruang kecil seperti selasar rumah susun,” ujar perwakilan Dispusip DKI Jakarta.
Beberapa kegiatan utama yang menjadi sorotan dalam festival ini meliputi:
Peresmian Ruang Baca Rusun KM 2, yang sebelumnya hanya berupa selasar kini disulap menjadi ruang belajar aktif.
Senam Bersama masyarakat rusun sebagai pembuka kegiatan.
Lomba Menulis Surat untuk Gubernur DKI Jakarta, sebagai wadah aspirasi dan ekspresi literasi anak-anak dan remaja.
Lomba Mewarnai untuk Anak-anak, untuk mendorong kreativitas sejak dini.
Penampilan Seni dan Budaya seperti tari daerah, musik Gambang Kromong, dan dongeng edukatif.
Bazar Buku, menghadirkan koleksi bacaan dengan harga terjangkau kolaborasi buka buku festival
Cek Kesehatan Mata Gratis, kerja sama dengan Go Optik
Layanan Pembuatan Kartu TransJakarta di lokasi acara.
Parade UMKM Warga Rusun, yang memamerkan hasil karya dan produk warga binaan.
Penampilan Penutup oleh Band Sueb, yang membawakan lagu-lagu maestro Betawi, Bang Benyamin S.
Harapannya Festival ini menjadi model kegiatan literasi berbasis komunitas yang bisa direplikasi di rusun-rusun lain di Jakarta. Ruang baca yang diresmikan hari ini tidak hanya menjadi tempat membaca, tapi juga ruang tumbuh kembang anak-anak, ruang aman untuk belajar, dan pusat interaksi sosial yang membangun.