WartaJakarta.com – Jakarta
One B Ethnic Fashion Week 2025 bukan sekadar peragaan busana — ia adalah panggung kebanggaan, ruang inklusivitas, dan perayaan akan semangat Sumpah Pemuda yang diwujudkan dalam bentuk fashion etnik Indonesia.
Digagas oleh Anggalang by Omar bekerja sama dengan One Belpark Mall Jakarta Selatan, acara ini sukses menjadi simbol kebersamaan generasi muda dalam merawat warisan budaya melalui seni berpakaian. Di tengah maraknya tren global, One B Ethnic Fashion Week menjadi pengingat kuat bahwa identitas bangsa bisa tetap bersinar dalam balutan modernitas.

Memasuki tahun keduanya, acara ini mengajak seluruh pemuda dan pemudi Indonesia untuk tampil percaya diri mengekspresikan diri lewat fashion runway dan talent contest bertema Nusantara, sekaligus mendukung para pelaku UMKM, aktivis budaya, dan desainer fashion Wastra tanah air, seperti Nasya Collyer dan Arsita dari Arsita Craft.
Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada Tanggal & Waktu Sabtu ,18 Oktober 2025 | Pukul 08.00 – 16.00 WIB dan Rabu ,22 Oktober 2025 | Pukul 16.00 – 19.00 WIB .Bertempat di Atrium Utama One Bellpark Mall, Jakarta – Selatan.
Dengan Kategori Peserta:
A: 5 – 12 tahun
B: 13 – 30 tahun
C: Istimewa (tanpa batas usia)
Dan semua peserta mendapatkan hadiah yang menarik: ,Piala ,Sertifikat keikutsertaan ,Voucher ,Beasiswa model serta Goodie bag.
Inklusivitas yang Menginspirasi.
Yang membuat acara ini benar-benar berkesan adalah keberanian dan ketulusan Omar menghadirkan anak-anak berkebutuhan khusus di panggung yang sama dengan peserta umum.
Langkah ini bukan hanya simbol empati, tetapi juga pesan sosial yang dalam — bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bersinar dan dihargai.
Omar menyampaikan dengan hangat bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan. Melalui latihan, semangat, dan kerja sama, para peserta menunjukkan bahwa kecantikan sejati berasal dari keberagaman dan kejujuran diri.
Ini bukan hanya fashion show — ini adalah gerakan sosial yang mengajarkan makna persaudaraan, empati, dan kesetaraan.

Salah satu peserta, Ruth Stephanie Pasaribu, penyandang down syndrome, tampil memukau dalam peragaan busana. Ibunya, mengungkapkan rasa bangganya karena anaknya diberi kesempatan untuk tampil dan dihargai di ajang sebesar ini.
“Senang banget, karena ini ajang supaya anak-anak spesial bisa dilihat masyarakat. Jangan sampai mereka dianggap tidak bisa apa-apa dan dibully. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka juga bisa berkarya,” ujar Rita.
Sementara itu, peserta lain bernama Jesselyn juga mengungkapkan rasa bahagianya bisa bergabung dalam kegiatan ini.
“Saya beruntung bisa bertemu Pak Omar yang sangat peduli. Lewat kegiatan ini, kami belajar bahwa perbedaan bukan halangan, tapi justru bisa menyatukan,” katanya.

Muhammad Faisal: Difabel Tuna Grahita yang Bersinar Lewat Fashion dan Seni. Salah satu kisah yang paling menginspirasi dari panggung tahun ini datang dari Muhammad Faisal Simatupang, remaja difabel tuna grahita yang menemukan kepercayaan diri melalui musik, seni, dan kini fashion.
“Dari awal saya sudah lihat, anak saya bakatnya ada di musik. Tapi saya coba kasih les melukis, ternyata dia juga bisa. Akhirnya saya coba-coba lagi, dia bisa main drum juga,” ujar Lucia Dwi Yuni, ibunda Faisal dengan bangga.
“Saya ingin memberikan ‘amunisi’ buat dia, karena kita kan nggak bisa selamanya mendampingi. Jadi apa yang nanti dia mau dan bisa, itu yang saya dukung,” lanjutnya.
Tahun ini menjadi momen istimewa bagi Faisal. Untuk pertama kalinya, ia melangkah di runway, sebuah pengalaman yang penuh haru dan keberanian.

Felice Rinardi: Ketika Panggung Jadi Terapi Hati. Felice, yang merupakan penyandang autisme, tampil dengan penuh percaya diri mengenakan busana etnik modern di atas panggung.
Baginya, fashion bukan sekadar ekspresi diri — tapi terapi jiwa.
Ibundanya, Susy Suharsono, menceritakan bagaimana perjalanan panjang mereka hingga akhirnya Felice bisa melangkah sejauh ini.
“Kita lagi menggali anak kita ini kenal nggak sih dirinya? Kan kalau untuk akademik mungkin susah, makanya kita coba semuanya, piano, fashion show, nyanyi, biar tahu dia maunya ke mana,” tutur Susy lembut.
“Anak begini tidak bisa langsung dilihat bakatnya di mana. Jadi kita coba satu-satu, trial and error. Kita nggak tahu dia akan bertahan di mana,” lanjutnya.
Dengan kesabaran dan keyakinan, hasilnya pun mulai terlihat.
“Meskipun hasilnya nggak sempurna, tapi kita usaha. Ternyata bisa loh anak kita tampil di runway, itu aja udah luar biasa,” ungkap ibunda Felice.

Wastra Nusantara di Panggung Pemuda.
Setiap busana yang tampil di panggung tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna. Kain-kain Nusantara — batik, songket, ulos, tenun, dan lurik — tampil anggun dengan sentuhan modern yang tetap menjaga ruh tradisinya.
Para peserta muda memperagakannya dengan penuh kebanggaan, seolah mengatakan bahwa berbusana etnik bukanlah masa lalu, melainkan masa depan yang bermartabat.
Semangat ini sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, di mana generasi muda diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga menghidupkan kembali nilai persatuan dan kebhinekaan melalui kreativitas.
Ajang Prestasi dan Regenerasi Budaya.
Acara ini juga menjadi panggung pembibitan bagi calon-calon Duta Budaya Nusantara. Lebih dari sekadar lomba, ini adalah perjalanan pembentukan karakter dan rasa bangga akan jati diri bangsa.
Pesan yang Menggema.
One B Ethnic Fashion Week 2025 membuktikan bahwa dunia fashion dapat menjadi medium kuat untuk mendidik, menyatukan, dan menginspirasi. Omar, sebagai inisiator, telah berhasil mengubah peragaan busana menjadi perayaan nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Acara ini mengajarkan bahwa mengenakan Wastra Nusantara bukan hanya soal gaya, melainkan tindakan nyata untuk mencintai Indonesia. Dan dari Jakarta Selatan, semangat itu kini telah menyala — menular ke hati generasi muda yang siap membawa kebudayaan Indonesia ke panggung dunia.
Melalui ajang ini, Anggalang by Omar berharap dapat melahirkan generasi muda kreatif yang bangga pada identitas bangsa serta menjadikan Wastra Nusantara sebagai bagian dari gaya hidup modern yang penuh makna,Ujar nya kepada WartaJakarta, Rabu( 22/10) 2025 di Jakarta.