WartaJakarta.com -Jakarta
Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek Kuda Api 2557, Anggalang by Omar kembali menghadirkan ajang tahunan One B Koko & Cici 2026, Selasa ( 17/2) 2026 yang digelar di One Bel Park, Fatmawati, Jakarta Selatan. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, acara ini semakin memperkuat komitmennya sebagai wadah kreatif dan inspiratif bagi generasi muda Indonesia.
One B Koko & Cici bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran tentang toleransi, keberagaman, serta penguatan persaudaraan lintas budaya. Mengusung semangat “Damainya Nusantara”, kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus perayaan budaya Tionghoa yang terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat.
Rangkaian Acara.
Selain kompetisi, acara juga dimeriahkan dengan, Pembagian angpao dan dodol keranjang, Nyanyian dan tarian Chinese
Pertunjukan barongsai.
Suasana kemeriahan Imlek akan semakin terasa melalui perpaduan seni, budaya, dan kebersamaan yang hangat.
Panitia One B Koko dan Cici 2026, Chelliszya Christabelle Halim, mengatakan tujuan utama acara ini adalah membangun pemahaman lintas budaya.
“Tujuan diselenggarakannya One B Koko dan Cici 2026 adalah untuk membangun pemahaman dan toleransi budaya. Selama ini, Chinese New Year atau Imlek sering dipersepsikan hanya sebagai perayaan agama dan identitas etnis Tionghoa saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui ajang ini pihak penyelenggara ingin menegaskan bahwa Imlek merupakan perayaan budaya yang dapat dirayakan oleh siapa saja. “Kami ingin Imlek bisa diapresiasi oleh semua kalangan, tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama. Dengan begitu, acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya Tionghoa sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia,” lanjutnya.
Rangkaian acara diisi dengan kompetisi fashion show yang tidak hanya menilai kemampuan catwalk peserta, tetapi juga menguji kreativitas. Busana yang dikenakan merupakan rancangan desainer dan dapat dikombinasikan serta dimodifikasi oleh peserta sesuai kreativitas masing-masing. Meski demikian, terdapat aturan yang harus dipatuhi, seperti tidak mengubah bentuk dasar, kancing, serta elemen utama kostum yang telah ditentukan.
Adapun kategori yang diperlombakan meliputi Mei Mei dan Didi untuk usia 4–12 tahun, Koko dan Cici untuk usia 13–28 tahun, serta Kategori C (Istimewa) yang tidak dibatasi usia. Kategori istimewa ini secara khusus membuka kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk tampil di atas panggung, menunjukkan karakter, potensi, dan keunikan mereka masing-masing.
Penilaian peserta dilakukan oleh lima dewan juri dari latar belakang berbeda, yakni Olivia Summer, Arsita, Oentari Handayani, serta Nasya. Dalam proses penjurian, kriteria yang dinilai meliputi kemampuan catwalk, kreativitas, ekspresi wajah, serta kepercayaan diri atau confidence yang tercermin dari cara peserta membawakan diri di atas panggung,Ujar Chelliszya Christabelle Halim kepada WartaJakarta,Selasa( 17/2) 2026 di Jakarta.

Peserta One B Koko dan Cici 2026 datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pontianak, Surabaya, Jakarta, Tangerang, hingga sejumlah kota lainnya. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini menegaskan bahwa ajang tersebut berskala nasional dan merangkul keberagaman latar belakang budaya.
Hadiah Menarik untuk Pemenang
akan mendapatkan:
Selempang
Mahkota
Sertifikat
Medali
Uang tunai
Busana (menjadi milik pemenang)
Kolaborasi dengan pelaku UMKM, aktivis, serta fashion designer turut memperkaya acara ini. Tidak hanya berfokus pada kompetisi, One B Koko & Cici 2026 juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.
Dengan konsep yang inklusif dan penuh semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk tampil percaya diri, mengembangkan bakat seni, serta mempererat harmoni dalam keberagaman Indonesia.