Wartajakarta.com-Salah satu program PT. PNM bagi nasabah Mekaar adalah Mba Maya, yang merupakan akronim dari Membina dan Memberdaya. Program ini memberikan pelatihan sesuai kebutuhan para nasabah. Di wilayah Kabupaten Bojonegoro, terdapat 26 Unit PNM Mekaar dengan puluhan ribu nasabah nya. Dari jumlah tersebut, terpilih 35 nasabah Mekaar di masing-masing Unit untuk diberikan pelatihan melalui program Mba Maya ini. Pada pelaksanaan program gelombang 1 tahun 2026 ini, PT. PNM bekerja sama dengan Pusat Kreativitas Bojonegoro (PUSKAB) yang dilaksanakan sebanyak 18 unit di bulan Februari dan sebanyak 8 unit di bulan April.
Adib Nurdiyanto, M.Pd selaku Founder Pusat Kreativitas Bojonegoro (PUSKAB) menyampaikan bahwa kami berupaya mewujudkan program UMKM naik kelas, yakni dengan memberikan pelatihan dan standarisasi kepada pelaku UMKM untuk menjadi trainer. Kesempatan sangat terbuka bagi para anggota kami jika berminat untuk naik kelas menjadi trainer, tentunya dengan mengikuti tahapan yang telah kami tetapkan. Selain trainer, kami juga mempersiapkan tim logistik untuk menunjang pelaksanaan pelatihan. Ini adalah implementasi dari semangat RA. Kartini dalam optimalisasi peran perempuan di berbagai sektor karena hampir semua trainer Pusat Kreativitas Bojonegoro adalah Perempuan.
Pelaksanaan Program Mba Maya Gelombang 1 untuk tahap pertama berjalan lancar di 18 Unit yakni Baureno 1, Baureno 2, Kedungadem 1, Kedungadem 2, Kepohbaru, Temayang, Sukosewu, Sugihwaras, Gondang, Sumberrejo 1, Sumberrejo 2, Kanor, Balen, Dander, Kalitidu, Bojonegoro, Trucuk dan Kapas. Sementara pelaksanaan program di tahap kedua meliputi unit Malo, Ngasem, Purwosari, Kasiman, Tambakrejo, Ngraho, Padangan dan Gayam. Semua peserta pelatihan ini adalah perempuan, sehingga pelaksanaan program ini sangat mendukung pemberdayaan kaum perempuan di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya memberikan ilmu, namun juga memberikan support berupa sembako dan paket pelatihan untuk implementasi materi pelatihan secara berantai kepada seluruh nasabah Mekaar PT PNM.